Lhokseumawe—Tim Reserse Polres Lhokseumawe dan Gegana BKO Satuan 1 Mabes Polri menangkap tiga orang yang diduga mengintimidasi warga jelang pencoblosan Pemilukada Aceh, Minggu (8/4/2012).

Ketiga tersangka yang ditangkap yakni Jailani alias Apa Ni dan Jala alias Champion, warga Desa Rayeuk Kareung, serta Hasanuddin, warga Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Informasi dikumpul Pikiran Merdeka menyebutkan, ketiganya disergap saat berada dalam mobil Toyota Xenia warna putih BK 79 26 YY di Simpang Selat Malaka, Cunda, Lhokseumawe, Senin (9/4) sekira pukul 00.01 dinihari. Sebelumnya, polisi menerima laporan bahwa para tersangka telah menganiaya dua timses Irwandi-Muhyan di Desa Meunasah Rayeuk Kareung, Blang Mangat, Lhokseumawe, Minggu (8/4) malam sekitar pukul 21.30.WIB.

Sementara itu, dua korban penganiayaan yakni Dedek Zulfan dan David Wahyudi. Kedua warga Cunda yang juga anggota timses Irwandi-Muhyan untuk Lhokseumawe. “Kami dicegat oleh sejumlah kader salah satu partai politik saat sedang mengantar mandat untuk para saksi Irwandi-Muhyan di Meunasah Rayeuk Kareung, Kecamatan Blang Mangat,” kata Dedek Zulfan, yang menjadi korban penganiayaan itu.

Korban dan pelaku sempat adu argumen terkait proses dukung-mendukung kandidat Pemilukada. “Kami dibawa ke hutan. Mereka lalu menendang saya seperti menendang pohon kelapa, sehingga bagian kiri leher saya sakit,” ujar Dedek.

Kasat Reskrim Lhokseumawe AKP Galih Indra Giri mengatakan pihaknya meringkus korban di Jalan Medan-Banda Aceh, setelah sekitar 15 menit menerima laporan. “Mobil para pelaku disergap saat sedang melintas di depan Hotel Selat Malaka. Saat penangkapan, pelaku tidak melawan, sehingga ketiganya langsung diamankan ke Mapolres Lhokseumawe,” ujar Galih.

Hasil penyidikan sementara, kata Galih, para pelaku mengaku penculikan dan penganiayaan itu dilakukan karena ada perbedaan pandangan politik antara pendukung Irwandi dengan Partai Aceh.

Galih menambahkan, kejadian serupa juga terjadi di Krueng Geukueh, Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Di sana, dua warga Dewantara yang juga tim sukses Irwandi diculik, namun kedua korban tersebut berhasil lolos dari pengejaran pelaku. “Siang (kemarin) tadi mereka sudah membuat laporan ke Polres Lhokseumawe. Kami akan tindaklanjuti semua laporan yang masuk,” pungkas Galih.

Korban yang menjadi target penculikan sekelompok orang tak dikenal di Krueng Geukueh, yakni M Yacob  dan Azhar, warga Gle Madat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Mereka lolos setelah dibantu oleh warga setempat.

Amatan Pikiran Merdeka di lokasi kejadian, sejumlah personil Polres Lhokseumawe, Brimob BKO, dan TNI diterjunkan ke lokasi untuk mengejar para tersangka. Namun pengejaran itu belum membuahkan hasil.

Para pelaku meninggalkan begitu saja mobil Avanza, mobil APV, dan dua sepeda motor, setelah mereka keperogok dengan warga setempat. Dari mobil tersebut, polisi mengamankan puluhan kartu pasangan Zaini-Muzakir, sepatu PDL, dan topi baret. “Kasus tersebut terus masih terus didalami,” tandas Galih.[pm/cff]

Komentar