Jakarta—Program pemberian ASI Eksklusif diharapkan mewabah di kalangan ibu pasca melahirkan. Namun gerakan sadar menyusui ini justru sering terhadang kendala orang terdekat, entah suami atau keluarga.

Selain itu tempat kerja, bidan atau petugas kesehatan lainnya juga berandil sangat besar terhadap tercapainya program tersebut seperti dikutip dari Antara.

Menyadari pentingnya ASI bagi bayi, pemerintah menerbitkan PP No 33 tahun 2012 tentang pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Melalui PP ini, bidan “nakal” bisa kena semprit sanksi lisan hingga pencabutan izin.

Peraturan Pemerintah yang digulirkan Maret lalu itu, sekaligus mengatur peran Pemerintah tingkat pusat hingga Pemkot maupun Pemkab. Pemerintah diharapkan terlibat aktif dalam advokasi, sosialiasi, bahkan pendanaan.

Jadi pemerintah (daerah) harus mendukung bila ada petugas kesehatan yang mengusulkan anggaran pembinaan ASI.

“Diharapkan tidak ada lagi Pemda yang coba menolak karena dosa hukumnya dan melanggar aturan,” kata Kepala Sub Direktorat Bina Konsumsi Makanan Kemenkes Iip Syaiful SKM, M.Kes.

Manfaat ASI eksklusif

Pemberian ASI secara mutlak, penting dilakukan, mengingat manfaat yang akan diperoleh si bayi. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) hal ini untuk menghindari alergi dan menjamin kesehatan bayi secara optimal.

Karena di usia ini, bayi belum memiliki enzim pencernaan sempurna untuk mencerna makanan atau minuman lain.

Kenyangkah bayi dengan hanya diberi ASI? Menurut Iip pertanyaan ini sering menjadi penyebab kegagalan pemberian ASI Eksklusif.

Artinya, karena kekurangtahuan keluarga, dan berniat agar si bayi tidak kelaparan maka menambah porsi makanan lain.

“Aduh kasihan bayinya nangis. Kalau terus dikasih pisang, teh, atau air tajin maka gagallah program ASI Eksklusif tersebut,” kata Iip.

Para ibu semestinya yakin bahwa dengan ASI kebutuhan makan si bayi tercukupi. Karena, kapasitas lambung bayi berusia 1 hari sekitar 5-7 ml atau kira-kira sebesar kelereng.

Yang menarik, para peneliti telah menemukan bahwa lambung bayi baru lahir berusia 1 hari tidak meregang untuk dapat menampung lebih banyak.

Karena dinding bayi baru lahir tetap kaku, susu ekstra seringkai dikeluarkan lagi (gumoh). Kolostrum merupakan jumlah yang tepat untuk makanan bayi pertama kali!

Kolostrum, sering juga disebut sebagai pre-milk, adalah cairan pertama yang diproduksi payudara saat produksi ASI dimulai. Cairan ini encer, manis, dan mudah dicerna.

Awalnya kolostrum kental dan berwarna kuning. Semakin dekat dengan persalinan, kolostrum mencair dan warnanya pucat.

Di hari-hari pertama persalinan, kolostrum inilah yang menyediakan nutrisi bagi bayi sebelum ASI benar-benar keluar. Saat hamil, payudara bisa ‘bocor’ dan mengeluarkan kolostrum saat di pijat.

Pada hari ketiga, kapasitas lambung bayi baru lahir berkembang sampai kira-kira sebesar bola bekel. Pemberian sedikit-sedikit namun sering memastikan bayi Anda mendapat semua susu yang ia butuhkan.

Sekitar hari ke-7, kapasitas lambung bayi baru lahir sekarang kira-kira sebesar bola pingpong. Pemberian yang sering dan kontinu akan memastikan bayi mendapatkan semua susu yang ia butuhkan.

Dan ASI merupakan cairan hidup. Maksudnya, terus bertambah produksi-nya seiring bertambahnya usia bayi. Jumlahnya diperkirakan mencapai 0,8 hingga 1 liter per hari. “Besar kecilnya payudara tidak menentukan kuantitasnya,” ujar Iip.

Faktor ibu, juga sangat menunjang keberhasilan program ASI Eksklusif. Kekurangyakinan si ibu bahwa dirinya tak mampu memberi ASI, bekerja atau faktor psikologis lain, sangat berpengaruh pada produksi air susu.

“Ketulusan yang dimiliki ibu-ibu desa membuat pemberian ASI tidak masalah.”

Kesadaran, bahkan kemauan saja tak cukup bagi ibu yang ingin memberikan ASI Eksklusif. Karena ada beberapa persyaratan untuk melaksanakan ASI Eksklusif, yakni:

  1. Hanya memberikan ASI saja sampai enam bulan
  2. Menyusui dimulai 30 menit setelah bayi lahir
  3. Tidak memberikan cairan atau makanan lain selain ASI, kepada bayi yang baru lahir
  4. Menyusui sesuai kebutuhan bayi
  5. Berikan kolostrum (ASI yang keluar pada hari pertama yang mempunyai nilai gizi tinggi)
  6. Cairan lain yang boleh diberikan hanya vitamin, mineral obat dalam bentuk drop atau sirup

Selain itu patut pula diperhatikan cara menyusui yang benar agar pemberian ASI itu betul-betul terasakan manfaatnya.

“Cara menyusu sebelah dulu sampai puas, baru berganti. Protein karbohidrat isapan paling akhir itu membawa kalori sangat besar dan membuat anak tidur nyenyak. Kalau cepat berganti itu kacau,” saran Iip.

Berbagai dukungan

Menyadari kekayaan manfaat dari pemberian ASI Eksklusif, maka pemerintah sangat mendukung gerakan ini.

Bentuk dukungan tersebut digulirkan dalam Peraturan Pemerintah bernomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.

PP ini bertujuan untuk menjamin hak bayi dan memberikan perlindungan pada ibunya. Sekaligus juga mengajak banyak pihak untuk mendukungnya: Meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah terhadap pemberian ASI Eksklusif. (Bab I pasal 2C. f.)

Demi keberhasilan program pem-berian ASI Eksklusif, dukungan keluarga, sebagaimana disebutkan di atas, sangat dibutuhkan. Selain itu, juga tempat kerja.

Di zaman ini, lazim wanita bekerja di siang bahkan malam hari. Tak jarang muncul anggapan menyusui kegiatan yang mengganggu jam kerja, menurunkan produktivitas.

Namun, patut disadari perusahaan atau kantor juga tak ingin merugi. Karena itu, PP tersebut menyodorkan aturan yang diharapkan menguntungkan semua pihak.

Maka diharapkan ada kesepakatan antara karyawan dengan pemilik perusahaan atau pengusaha.

Aturan itu berbunyi: Pengurus Tempat Kerja wajib memberikan kesempatan kepada ibu yang bekerja untuk memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi atau memerah ASI selama waktu kerja di Tempat Kerja. (Bab V Pasal 34).[inc]

Komentar