ILUSTRASI (FOTO: ANTARA)

PM, Blangpidie – Harga ikan segar di sejumlah pasar tradisional dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dalam sepekan terakhir naik akibat stok menipis.

Sementara permintaan ikan segar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya meningkat tajam, menyusul masuknya bulan Maulid.

“Cukup mahal harga ikan sekarang. Memang permintaan ikan meningkatkan tajam saat bulan maulid,” kata seorang warga di Kecamatan Manggeng, Hasbi Sabtu (9/12) kepada media ini.

Selain meningkatnya permintaan masyarakat terhadap ikan segar, sambungnya, naiknya harga ikan juga disebabkan karena faktor cuaca dan angin kencang sedang melanda perairan Aceh. Kondisi ini, menyebabkan nelayan banyak tidak melaut terutama nelayan yang menggunakan boat kecil.

“Kalau sebulan yang lalu bawa uang Rp 10.000 sudah dapat ikan. Tapi sekarang bawa uang Rp50.000 belum tentu dapat ikan. Karena harga ikan mencekik leher,” sambung Hasbi.

Harga ikan tongkol yang biasanya dijual dengan harga Rp30.000-35.000, kini dijual dengan harga Rp60.000/ekor ukuran sedang.

“Itu masih jenis ikan tongkol. Saya rasa harganya pasti lebih melambung. Mahalnya harga ikan memang membuat masyarakat sangat sedih dalam rangka menyambut Bulan Maulid tahun ini,” katanya.

Amiruddin, seorang pedagang ikan Jumat (8/12) mengakui jika harga ikan naik drastis. Penyebabnya, karena stok ikan menipis akibat banyak nelayan di daerah itu tidak melaut.

“Karena stok ikan terbatas dalam sepekan ini, menyebabkan ikan di pasaran cepat habis dan tidak sampai pukul 12.00 Wib. Tapi sebelumnya sampai sore ikan segar masih tersedia,” kata Amiruddin.()