PM, Banda Aceh – Pemerintah Aceh resmi menetapkan status transisi darurat menuju pemulihan pascabencana hidrometeorologi.
Dalam keterangan resminya, keputusan ini diambil seiring berakhirnya masa tanggap darurat guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dalam rapat koordinasi virtual, Kamis malam (29/1/2026) menyampaikan status tersebut berlangsung hingga 29 April mendatang.
“Kami menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Hidrometeorologi Aceh selama 90 hari ke depan,” ujar Mualem.
Ia lantas meminta segenap pemangku kepentingan fokus pada lima poin krusial dalam masa transisi ini, yang mencakup koordinasi lintas sektor dalam upaya pertolongan, serta jaminan pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan bagi kelompok rentan maupun pengungsi di wilayah terdampak.
Mualem turut menekankan pentingnya kelancaran logistik dengan memastikan Jalan Tol Sibanceh Seksi 1 ruas Padang Tiji – Seulimum tetap beroperasi secara fungsional.
Untuk mendukung mobilitas alat berat dan armada pemulihan, Pemerintah Aceh juga memberlakukan kebijakan bebas barcode pengisian BBM subsidi di setiap SPBU.
Langkah ini, ujarnya, dibarengi dengan optimalisasi APBA guna memastikan rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) dapat rampung sesuai target pada awal Februari mendatang.
“Selanjutnya dokumen R3P dijadwalkan ditetapkan pada 2 Februari dan diserahkan kepada BNPB pada 3 Februari 2026,” ucap Mualem.
Sementara itu Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir dalam kesempatan itu menyatakan siap mengawal teknis pelaksanaan masa transisi ini di lapangan. Ia masih akan berfokus pada percepatan pembersihan sisa material bencana di wilayah dataran tinggi.
Pengumuman status transisi ini, kata Nasir, jadi titik awal bagi Aceh untuk bangkit memulihkan infrastruktur serta sosial ekonomi masyarakat pascabencana.
“Langkah-langkah instruksi Gubernur akan segera kami tindak lanjuti, terutama pembersihan di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah. Kami akan mengoordinasikan penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk keperluan tersebut,” kata Nasir. [*]
Belum ada komentar