WhatsApp Image 2021 02 10 at 23 28 49
Buku '70 Tahun Mawardi Ismail: Pemikiran Pembangunan Hukum, Politik, dan Pemerintahan', yang diluncurkan pada Rabu (10/2/2021). (Dok. Ist)

PM, Banda Aceh – Buku ’70 Tahun Mawardi Ismail’ diluncurkan, Rabu (10/2/2021). Peluncuran ini sekaligus memperingati hari ulang tahun yang ke-70 tokoh intelektual Aceh tersebut. Adapun buku ini mengambil tema ‘Pemikiran Pembangunan Hukum, Politik, dan Pemerintahan’.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh Aceh, para intelektual, para aktifis CSO, mantan birokrasi serta banyak perwakilan lainnya.

Mawardi Ismail lahir pada tanggal 10 Februari 1951 di Desa Tingkeum Baro Kecamatan Gandapura Kabupaten Aceh Utara. Ia merupakan akademisi pada Fakultas Hukum Unsyiah yang memasuki masa purnabakti pada tahun 2016.

Selain sebagai Akademisi Hukum Unsyiah, Mawardi Ismail pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Daerah Istimewa Aceh selama 2 periode yaitu tahun 1992 – 1999 dari Partai Golongan Karya (GOLKAR). Mawardi Ismail juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Kegiatan peluncuran buku 70 Tahun Mawardi Ismail tersebut diselenggarakan di Riung Gunung, Jantho – Aceh Besar. Sementara buku ini dicetak dan diterbitkan oleh Bandar Publishing.

Muklisuddin Ilyas selaku Direktur Bandar Publishing, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan Mawardi Ismail merupakan intelektual aset bangsa yang telah banyak memberikan inspirasi dan berkontribusi bagi perkembangan dan pembangunan hukum, politik dan pemerintahan.

Prof. Yusny Saby, Rektor UIN Ar Raniri Periode 2005 – 2009, dalam sambutannya mengatakan bahwa sosok Mawardi Ismail telah banyak memberikan pemikiran positif dalam mendorong perbaikan dalam tatanan hukum dan pemerintahan di Aceh.

“Termasuk Indonesia pada umumnya (dalam proses lahirnya UUPA),” ujarnya.

Sambutan juga disampaikan mewakili intelektual milenial oleh oleh Reza Idria, Ph.D. Selain itu, mewakili jaringan CSO, Suraiya Kamaruzzaman juga ikut memberi sambutannya.

Kegiatan tersebut didukung oleh sejumlah lembaga, yaitu Bandar Publishing, Hurriah Foundation, Lembaga Penelitian Teknologi dan Energi (LEPTEN), Geuthee Institute, dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Aceh (P3KA). (*)

Komentar