PM, Banda Aceh – Anggota DPD RI, M Fadhil Rahmi beberapa hari lalu menyoroti beberapa hal penting dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Menteri Agama RI, Senin lalu.

Dalam pertemuan membahas ‘Progam Kerja Kementerian Agama dan Persiapan Penyelenggaran Ibadah Haji tahun 2020’ itu, Fadhil menyoal sumber daya manusia di kalangan sarjana agama yang belum optimal.

“Padahal, SDM Unggul Indonesia Maju merupakan komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia. Namun upaya membangun SDM unggul ini belum optimal, apalagi pembangunan SDM sarjana agama,” kata dia dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, Fadhil menagih kelanjutan pembangunan Asrama Haji Banda Aceh setelah mangkrak dari tahun 2013. Menurutnya, asrama haji saat ini semakin besar fungsinya, selain sebagai tempat transit penginapan, asrama haji juga menjadi tempat untuk mengurus banyak hal terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji, seperti pemeriksaan akhir kesehatan, pamantapan manasik haji, serta pemeriksaan imigrasi.

“Karena itu pembangunannya mendesak harus segera diwujudkan,” kata alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Ia juga meminta kepada Menteri Agama untuk merasionalisasi kuota haji untuk Aceh (kuota khusus). Alasan dia, selain sebagai Daerah Khusus dan Istimewa, Aceh juga mencatat daftar tunggu lumayan lama, yakni 28 tahun.

“Daftar tunggu kita di Aceh, cukup lama, 28 tahun. Oleh sebab itu, kita meminta, untuk Aceh ada quota khusus,” pinta Fadhil.

Selain itu, menurutnya penting mencari solusi bagi kemudahan prosedural untuk menunaikan ibadah haji kepada para mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya mahasiswa di Timur Tengah.

Upaya Deradikalisasi

Adapun masalah deradikalisasi, kata Fadhil, sebenarnya sudah dilakukan oleh para alumni Al-Azhar Mesir di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia.

Salah satu lembaga di bawah OIAA cabang Indonesia adalah Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA). Lewat PUSIBA ini, kata dia, masalah radikalisme dan intoleran terselesaikan, sebab PUSIBA bukan hanya sekedar pembinaan bahasa saja, melainkan ada penguatan moderasi Islam dan wawasan kebangsaan.

Ia menilai, peningkatan kualitas SDM sarjana agama, khususnya ke Timur Tengah, belum mendapatkan perhatian secara serius. Oleh sebab itu, dia meminta agar ada kuota beasiswa khusus untuk S1 agama ke Timur Tengah dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan PUSIBA menjadi salah satu rekrutmen untuk mendapatkan beasiswa yang dibiayai negara.

“Saya mohon diperjuangkan alokasi kuota beasiswa khusus untuk sarjana agama ke Timur Tengah dari LPDP dan ini bisa bekerjasama dengan PUSIBA,” pungkas Fadhil. []

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh