ilustrasi

PM, SIGLI – Pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pidie, yang dilakukan Bupati Pidie Roni Ahmad, Senin (29/1) di Oproom Sekdakab setempat, berpengaruh pada pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2018.

Pantauan pikiranmerdeka.co, pergantian Sekda dari Amirudin kepada Muliyadi membuat pembahasan APBK tertunda. Tak seorang pun Panitia Anggaran (Panggar) eksekutif dan legeslatif yang melaksanakan pembahasan anggaran.

Disebut-sebut, pelantikan Sekdakab Pidie penyebab tertundanya pembahasan anggaran, Senin (29/1). Anehnya lagi, pada pelantikan Sekdakab Pidie tanpa dihadiri anggota DPRK setempat, sedangkan kursi yang disediakan untuk Ketua DPRK Pidie tampak kosong tanpa penguninya.

Terkait: Muliyadi Resmi Dilantik Sebagai Sekda Pidie

Sementara itu Wakil Ketua DPRK Pidie Jamaluddin dihubungi pikiranmerdeka.co, Senin (29/1) mengatakan, pihaknya tidak berhak dikonfirmasi dan hasil kesepakatan hanya Ketua DPRK yang berhak memberi pernyataan kepada media, sehingga tidak berhasil dikonfirmasi. “Tolong hubungi Ketua DPRK saja,” pintanya.

Ketua DPRK Pidie Muhammad.AR saat dihubungi pikiranmerdeka.co, via selularnya tidak mengangkat meski tersambung. pikiranmerdeka.co mencoba menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRK Pidie, A.Hamid.

Kepada pikiranmerdeka.co, Senin (29/1) A Hamid menjelaskan, memang jadwal pembahasan APBK untuk Senin sudah teragendakan. Akan tetapi dirinya tidak tahu persis kenapa tidak ada yang datang. “Saya tidak tahu karena saat saya ke kantor tidak ada pembahasan,” ucapnya singkat.()

Komentar