?

PM, Pidie Jaya – Komisi B Dewan Pewakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang logistic milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Senin (29/1).

Dalam sidak yang dipimpin Ketua Komisi B DPRK Pidie Jaya, Nazaruddin Ismail, dewan menemukan sejumlah hal mengejutkan di dalam gudang logistik BPBA Pidie Jaya.

Bagai mana tidak, kondis gudang yang dijadikan penyimpanan logistik makanan untuk masayarakat korban bencana di wilayah itu, sangat kumuh dan tidak steril

Ketua Komisi B DPRK Pidie Jaya, Nazaruddin Ismail kepada awak media, Senin (29/1), menyebutkan, dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Komisi B, ke beberapa gudang tempat penyimpanan logistik bantuan bencana alam, pihaknya menilai gudang milik BPBD sangat tidak memenuhi unsur kebersihan sebagai tempat menyimpanan makanan.

“Gudang di BPBD Pidie Jaya, sangat tidak pantas dijadikan gudang untuk menyimpan makan yang akan didistribusikan kepada masyarakat korban bencana. Karena gudangnya sangat tidak rapi dan tidak steril, sedangkan yang disimpan itu makanan,” kata Ustad Am.

Atas temuan itu, Komisi B merekomendasikan agar tempat penyimpanan bantuan bencana alam dilakukan di satu gudang. “Gudang penyimpanan bantuan bencana alam dalam bentuk makanan untuk dilakukan di satu pintu saja. Dan harus bersih,” ujarnya.

 

Lanjut dia, seharusnya logistik dalam bentuk makanan maupun pakaian itu disimpan di gudang milik Dinas Sosial. Yang sebenarnya, makanan pokon dan pakaian di posisikan di Dinas Sosial, tetapi kami heran kenapa ada di gudang BPBD, ini yang menjadi tanda tanya kami, dan ini semacam temuan,” jelasnya.

Disebuatkan, dari hasil monitoring tersebutnya Komisi B juga menemukan kejanggalan lainnya. Saat pihaknya meminta data keseluruhan bantuan, pihak BPBD berkilah.

“Di BPBD saling lempar batu sembunyi tangan, permasalahan data bantuan semuanya yang sebenarnya itu ada di BPBD, tetapi BPBD menyatakan ada di Satgas,” jelasnya.

Pantuan pikiranmerdeka.co, selain gudang milik BPBD, dewan juga monitoring gudang Disperindagkop serta gudang Dinas Sosial setempat.()

Komentar