Pesantren Bustanul Muarif terbakar
Satu unit gedung pengajian yang ditempati santri Bustanul Mu'arif Al-Aziziyah di Desa Seuriget, Langsa Barat, Kota Langsa terbakar pada Sabtu, 7 Agustus 2021 sekitar pukul 16.00 WIB | Foto: Media Center BPBA

PM, Banda Aceh – Satu unit gedung pengajian yang ditempati santri Bustanul Mu’arif Al-Aziziyah di Desa Seuriget, Langsa Barat, Kota Langsa terbakar pada Sabtu, 7 Agustus 2021 sekitar pukul 16.00 WIB. Selain itu, satu unit mobil Toyota Siena milik salah satu guru pengajian, Nasir, juga ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas mengutip laporan Pusdalops BPBD Langsa menyebutkan, bangunan yang terbakar tersebut berkonstruksi semi permanen. Sebanyak enam kamar yang selama ini difungsikan sebagai bilik santri terbakar dalam musibah tersebut.

“Lebih kurang 40 santri dan satu guru ngaji atas nama Nasir menjadi korban terdampak,” ujar Ilyas.

Guna memadamkan api, BPBD Kota Langsa mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran ke lokasi. Proses pemadaman turut menerjunkan satu unit armada tangki suplay dan mendapat bantuan dari masyarakat, TNI serta personil polri. Si jago merah baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.10 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang melanda pesantren Bustanul Mu’arif pimpinan Tgk Murdani Muhammad tersebut.

Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, Pesantren Bustanul Mu’arif didirikan oleh Abu Seuriget. Rata-rata staf pengajar di pesantren tersebut merupakan santri jebolan Mudi Mesra Samalanga. Selain pesantren, Bustanul Mu’arif juga memiliki satu Tempat Pengajian Anak (TPA).

Sekitar 128 santri tercatat belajar di pondok pesantren tersebut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan lanjutan tentang penyebab kebakaran di Pesantren Bustanul Mu’arif.[]

Komentar