Kampanye Partai Aceh
Kampanye Partai Aceh. (partaiaceh.com)
Kampanye Partai Aceh
Kampanye Partai Aceh. (partaiaceh.com)

Sigli—Hari kedua kampanye calon Bupati/Wakil Bupati Pidie dari Partai Aceh Sarjani dan M Iriawan ditaja di Lapangan Alun-alun, Kota Sigli, Minggu (25/3). Dalam orasinya, Sarjani berjanji akan mengusahakan pengembalian kekayaan Aceh: 70 persen untuk Pemerintah Aceh.

Kampanye yang dimulai sekitar pukul 15.25 WIB itu dihadiri ribuan massa dari berbagai pelosok Pidie. Lebih banyak dari hari pertama kampanye di Kecamatan Mila, Sabtu. Sarjani dan M Iriawan tampil mengenakan jas merah bergaris hitam putih saat menyampaikan orasi politiknya di hadapan pendukungnya. Beberapa juru kampanye turut berorasi.

Seperti dilansir The Atjeh Post, orasi pertama disampaikan langsung oleh calon wakil bupati M Iriawan. Dalam orasinya, ia menyampaikan kisah dirinya direkrut menjadi calon wakil bupati Pidie oleh DPW PA Pidie.

Selanjutnya, Sarjani Abdullah yang juga Ketua DPW PA Pidie tampil berorasi. Calon bupati Pidie ini berjanji akan mengusahakan pengembalian kekayaan Aceh: 70 persen untuk Pemerintah Aceh dan 30 persen untuk Pusat.

Jika terpilih, ia bersama calon gubernur dari PA juga berjanji akan mempertegas masalah pemisahan kekuasaan dan wewenang antara Pemerintahan Indonesia dengan Pemerintahan Aceh.

Kemudian, Ketua Tim Pemenangan kandidat nomor urut lima itu, Roni Ahmad alias Abu Tjhik, menurunkan juru kampanye T A Khalid, mantan penggugat KIP Aceh ke Mahkamah Konstitusi. Pidato politik Khalid lebih banyak menjelaskan persoalan asal-usul tercapainya perdamaian Aceh.

Untuk menghibur massa yang hadir, ditampilkan grup lawak Apa Lahu dan Syeh Ali Topan yang membawakan guyonan bermateri sejarah lahirnya Partai Aceh. Ada pula penampilan rapai dari Kecamatan Batee di bawah asuhan Lalahi dan Ayah Min.

Selain itu, kampanye kemarin turut dihadiri mantan bupati dan wakil bupati Pidie Mirza Ismail dan Nazir Adam, beberapa anggota DPRA dan DPRK Pidie dari Fraksi Partai Aceh, salah satu tokoh GAM angkatan 1976 Teungku M Harun, dan beberapa ulama Pidie.[pm/ajp/mdl]

Komentar