IMG 20210112 WA0004
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Sekda Aceh, Taqwallah, menyaksikan penandatanganan naskah Rencana Bisnis Anggaran BLUD RSUDZA-RSJ-RSIA di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (11/1/2021). (Foto/Humas)

PM, Banda Aceh – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta kepada pihak manajemen tiga rumah sakit milik Pemerintah Aceh untuk terus melakukan reformasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ketiga rumah sakit itu, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Rumah Sakit Ibu dan Anak ( RSIA) dan Rumah Sakit Jiwa Aceh.

“Masyarakat berhak memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas,” kata Nova dalam pertemuan dengan direktur dan dewan pengawas ketiga rumah sakit tersebut dalam rangka penandatanganan Rencana Bisnis Anggaran (RBA), di Pendopo Gubernur Aceh, Senin (11/1/2021).

Ia meminta pelayanan kesehatan berlangsung sinergis dan kolaboratif antar ketiga rumah sakit tersebut dengan saling membantu mengisi keperluan dan kekurangan. Contohnya, jika ada kekurangan tenaga ahli di satu rumah sakit, maka dapat dibantu tenaga ahli dari rumah sakit lainnya.

“Dengan begitu, kehadiran tiga rumah sakit Pemerintah Aceh ini bisa memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujar Nova.

Dalam kesempatan yang sama, Nova juga mengingatkan agar pengadaan dan pemanfaatan alat kesehatan rumah sakit diperhatikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pengguna.

“Sebab banyak laporan yang saya terima selama ini , dalam hal pengadaan alat kesehatan, kurang koordinasi dengan dokter spesialis.”

Dewan Pengawas rumah sakit perlu meningkatkan kontrol pelayanan dan pengelolaan rumah sakit. Pengawas, kata Nova, harus lebih tajam dan detail memberikan rekomendasi konkret kepada para direktur.

“Sehingga, para direktur dapat menindaklanjuti arahan atau rekomendasi tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujarnya. (*)

Komentar