IMG 20210112 WA0007
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di sela-sela uji coba bus listrik yang nantinya bakal jadi moda angkutan Trans Koetaradja, di Depo Trans Koetaradja Banda Aceh, Selasa (12/1/2020). (Foto/Humas)

PM, Banda Aceh – Tahun ini, pemerintah menargetkan pengadaan enam unit Bus Transkoetaradja untuk melayani penumpang angkutan umum di Banda Aceh dan sekitarnya.

“Insya Allah enam unit itu pengadaannya melalui e-catalog. Perkiraan Pada Maret atau April semua komponen sudah siap,” kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah usai melakukan uji coba bus listrik di Depo Trans Koetaradja di Banda Aceh, Selasa (12/1/2021).

Sementara itu, melihat kebutuhan penghubung ke semua koridor Transkoetaradja di Banda Aceh, sedikitnya dibutuhkan 25 unit bus listrik. Dia menargetkan, pada akhir tahun depan, keseluruhan dari kebutuhan tersebut dapat segera dibeli.

“Kita berharap pengguna armada Transkoetaradja pada akhir 2022 selambat-lambatnya bisa terlayani dengan bus listrik,” kata Nova.

Pemilihan bus listrik sebagai armada baru Transkoetaradja, kata Nova, merupakan bagian dari tanggung jawab moral baik dalam kebijakan maupun implementasi untuk kestabilan lingkungan.

Adapun uji coba yang merupakan tindak lanjut dari kerja sama dengan PT Bakrie Autoparts itu, ditargetkan menjadi leading project dalam mengubah pola transportasi selama ini telah menjadi investor utama emisi gas.

Sebelum uji coba di Aceh, mobil dengan operator perusahaan yang sama juga melakukan uji coba bus di Jakarta dan Bali. Bersama Aceh, ketiga daerah ini direncanakan bakal mengganti kendaraan umum massal milik pemerintah dengan kendaraan berenergi listrik.

Satu unit mobil listrik sebagai feeder Trans Koetaradja itu direncanakan bakal diuji coba di Banda Aceh mulai Rabu (13/1/2021) besok hingga tanggal 6 Februari mendatang.

“Penting bahwa kendaraan harus ramah lingkungan. Tidak ada emisi dan udara tetap bersih,” kata Nova.

Selain uji coba bus listrik, dalam kegiatan itu PT.PLN UIW Aceh juga meluncurkan aplikasi PLN Mobile dan mengenalkan pemakaian sepeda motor listrik dan kompor listrik. Gubernur meninjau langsung stand milik BUMN itu.

General Manager PLN Aceh, Jefri Rosiadi, memberikan apresiasi kepada gubernur Aceh. Pemerintah Aceh kata dia, telah mengambil keputusan yang tepat dengan membeli bus listrik sebagai armada angkutan massal masyarakat.

“Terima kasih telah ikut mengampanyekan pemakaian green energi,” kata Jefri.

Jefri menyebutkan, dalam mengampanyekan kebersihan lingkungan, pihaknya ikut mengampanyekan penggunaan sepeda motor listrik serta kompor listrik untuk menekan subsidi gas. (*)

Komentar