Meulaboh—Ratusan hektare areal pesawahan di Aceh Barat terancam gagal tanam akibat kekeringan, karena tidak ada drainase yang mengairi persawahan mereka.

Yusuf, petani Desa Blang Beurandang di Meulaboh, Selasa (8/5) mengatakan, ratusan petani di kawasan itu terpaksa mengaliri air ke sawah secara manual menggunakan timba air yang dimasukkan ke sawah.

“Ini karena drainase tidak ada, sehingga harus memasukkan air dengan timba, padahal pintu masuk air menuju pesawahan kami di sini ada,” katanya.

Selain tidak adanya irigasi, satu unit mesin pembangkit air dari selokan di kawasan mereka saat ini rusak dan tidak dapat dimanfaatkan sejak pertengahan 2011.

Terdapat sekitar 80 orang lebih pemilik sawah di lokasi tersebut yang saat ini mencoba menanam padi di musim tanam pertama 2012 ini menggunakan cara manual memasukkan air ke sawah.

Ia menjelaskan, hal pertama yang seharusnya dilakukan pemerintah daerah adalah membangun drainase hingga ke lokasi sawah dan mengupayakan penyelesaian irigasi Lhok Guchi di Kecamatan Pante Ceureumen.

“Kami sudah dijanjikan mendapat bantuan pembuatan pintu debit air serta penambahan pembangunan drainase beberapa meter lagi, tapi belum tahu kapan,” tegasnya.

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Barat M Nasir menjelaskan, kondisi areal persawahan tadah hujan memang harus disiasati untuk jadwal musim tanam.

“Musim tanam padi di sini memang sudah harus dimulai, terlebih lagi di saat kondisi musim penghujan diprediksi selama Januari hingga Mei 2012,” imbuhnya.

Nasir menjelaskan, untuk menstabilkan kondisi pertanian di wilayah ini memang sangat tergantung pada irigasi Lhok Guchi karena tadah hujan, yakni penanaman padi harus melihat musim penghujan.

Meski demikian, pemerintah sudah pernah membagikan mesin pembangkit air ke sejumlah kecamatan untuk dapat mengairi sawah mereka yang berdekatan dengan sungai, seperti di Meureubo dan Kawai XVI.

Meski banyak daerah di wilayah ini yang tidak dapat melakukan penanaman padi serentak namun produksi padi tiap tahun semakin meningkat, terutama dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan.

“Untuk produksi padi tiap tahun semakin meningkat, karena memang kondisi kendala tadah hujan ini memang sudah dari dahulu,” katanya.[ant]

Komentar