Jakarta—Tak hanya perempuan, kanker payudara juga bisa menyerang lawan jenisnya. Satu dari seratus penderita kanker payudara, adalah kaum lelaki, kata Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais dr Sonar Sonny Panigoro SpB Onk.

Prevalensi itu dikatakannya pada sebuah diskusi untuk kampanye kesadaran akan kanker payudara di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Selasa (8/5).

“Kanker payudara memang bisa menyerang laki-laki namun memang jauh lebih kecil presentasinya dibandingkan dengan perempuan, namun lelaki juga memiliki jaringan ” ujar Sonar.

Jaringan pada payudara laki-laki tidak sebanyak dan serumit perempuan, serta perubahan hormon pada lelaki juga tidak seperti perempuan, ujar Sonar. Namun, hal ini tidak berarti kaum laki-laki dapat lengah, karena penyakit ini memang dapat menyerang siapa saja.

“Gejala yang terjadi pada laki-laki sama dengan gejala pada perempuan, sehingga bila laki-laki merasakan adanya benjolan sebaiknya diperiksakan saja,” ujar Sonar.

Hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab utama dari kanker payudara, namun dengan mengikuti gaya hidup sehat, setidaknya dapat mengurangi kecenderungan untuk mengidap penyakit ini, kata Sonar.

Dipicu lemak

Menurut Sonar, lemak pada makanan memang membuat masakan terasa gurih, tapi di balik itu semua, lemak hewani pada makanan ternyata merupakan salah satu faktor pemicu kanker payudara.

“Lemak itu adalah zat asal hormon, sementara itu sebagian besar penyebab kanker payudara adalah pengaruh hormon,” ujarnya.

Sonar memaparkan, perempuan memang cenderung memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara dibandingkan pria, karena perubahan hormon estrogen dan progesterone yang dimiliki perempuan.

“Risiko tinggi juga dimiliki oleh seseorang yang memiliki garis keturunan riwayat kanker atau pernah terkena kanker payudara sebelumnya. “Faktor genetik sebagai penyebab kanker payudara mencapai lima persen, sementara 95 persen lainnya masih sporadis, belum jelas,” ujar Sonar.

Beberapa faktor yang dapat memicu kanker payudara menurut Sonar adalah paparan radiasi, terapi hormon yang terlalu lama, hamil di usia tua, tidak menyusui anak, penggunaan pil KB terlalu lama, serta gaya hidup yang tidak sehat.[ant]

Komentar