Proyek revitalisasi Jalan Perniagaan pedagang diseputaran Pasar Los Gampong Kota dan Gampong Pusong Baru, Lhokseumawe menuai protes para pedagang. Mereka memasang dua buah sepanduk dan beberapa poster yang mengecam pemko membunuh ekonomi rakyat. Foto: F Salim.

PM, Lhokseumawe – Selayaknya setiap proyek pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Lhokseumawe berorentasi kepada kemaslahatan rakyat banyak, bukan sebaliknya berdampak merugikan masyarakat. Anggota Komisi C DPRK Lhokseumawe, M. Hasbi, S.Sos, yang dihubungi melalui selular, Senin, (24/08/2015), menanggapi protes pedagang di Jalan Perniagaan Pasar Los Lhokseumawe menyangkut proyek revitalasi Jalan Perniagaan yang merugikan aktifitas dagang mereka. Ia menilai kebijakan Pemko membangun jalan dua jalur dan drainase Jalan Perniagaan sangat menganggu aktifitas jual beli para pedagang, karena teknis pembangunannya tidak tepat dan terasa lambat akibatnya pedagang merasa dirugikan. “Saya sudah ingatkan Pak Kadis PU Kota Lhokseumawe, untuk memperhatikan keluhan pedagang dan menegur kontraktor pelaksana supaya segera menambah personil pekerja, untuk segara¬†menyelesaikan¬†proyek tersebut demi kenyamanan pedagang,” sebutnya. Kadis PU Kota Lhokseumawe, Mulyanto, ketika ditemui mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada kontraktor agar menambah personil pengerjaan dan sudah dipenuhi. Namun karena item pelaksanaan proyek tersebut banyak tidak mungkin seluruh pekerjaan dilaksanakan di tempat. Sebagian pelaksanaan dikerjakan di tempat lain seperti pembuatan papan mal cor, dan pekerjaan pembesian. “Kita sudah penuhi apa yang disarankan dewan, kami mohon pedagang bersabar karena setiap proyek pembangunan pasti ada plus-minus,” katanya. Akibat proyek revitalisasi Jalan Perniagaan pedagang diseputaran Pasar Los Gampong Kota dan Gampong Pusong Baru Lhokseumawe menuai protes para pedagang. Mereka memasang dua buah sepanduk dan beberapa poster yang mengecam pemko membunuh ekonomi rakyat. [PM005]

Komentar