SETELAH terlantar sejak tahun 2012 lalu, Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Perhubungan akan mengoperasionalkan dua terminal tipe C di Labuhanhaji dan Trumon Timur awal September nanti.

PM, Tapaktuan–Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Selatan akan mengoperasikan dua terminal angkutan umum yang dibangun tahun 2012 lalu. Kedua terminnal itu sumber anggaran APBA/Otsus yakni terminal tipe C Labuhanhaji dan Trumon Timur.

Pengoperasian terminal itu, selain untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) juga untuk menghindari terlalu lama bangunan tersebut telantar tidak dimanfaatkan.

“Untuk meningkatkan PAD dan menghindari terlalu lama fasilitas itu telantar tidak dimanfaatkan, maka kami merencanakan akan mengoperasionalkan dua fasilitas terminal tipe C tersebut,” kata Kadishubkominfo Aceh Selatan, Hamzah SH, di Tapaktuan, Selasa (25/08/2015).

 

Sesuai rencana yang telah ditetapkan, kata Hamzah, pengaktifan fasilitas terminal yang telah mencapai tiga tahun telantar itu secara resmi dimulai awal September 2015 nanti. Meskipun beberapa fasilitas pendukung belum lengkap seperti kantin atau warung tempat awak mobil dan penumpang makan minum, termasuk juga fasilitas lampu penerangan belum tersedia, tetapi tidak menghalangi program pihaknya tetap melanjutkan rencana pengaktifan terminal tersebut.

 

“Jika dilihat dari segi kekurangan, memang masih banyak yang kurang. Bukan saja fasilitas kantin atau warung serta lampu penerangan, biaya operasional petugas serta kebutuhan lainnya dalam rangka pengaktifan terminal itu juga tidak ada. Namun, itu bukan merupakan sebuah hambatan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, upaya pembenahan yang menjadi skalaprioritas akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat ini, selain fasilitas lampu penerangan, juga pembangunan fasilitas kantin atau warung di seputaran komplek terminal. Menurut dia, faktor utama yang membuat bus angkutan umum tertarik masuk ke terminal jika orang sudah terlihat ramai sehingga suasana jadi tambah hidup. Itu sebab, kata dia, fasilitas kantin dan warung dianggap mendesak.

 

“Menyangkut petugas, sejauh ini tidak mengalami hambatan apa-apa, beberapa petugas yang ada stanby di Kantor Tapaktuan, akan kami geser ke terminal Labuhanhaji dan Trumon Timur, di samping juga akan kami rekrut beberapa personil baru,” tambahnya sembari menyatakan terkait kebutuhan anggaran yang tidak tersedia dalam APBK 2015, akan diusulkan dalam APBK 2016.

 

Saat ditanya, langkah atau kebijakan apa yang akan diambil untuk memastikan bus angkutan umum yang beroperasi baik antarkecamatan, antarkabupaten maupun antarprovinsi masuk ke dalam terminal tersebut, Hamzah mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan pihaknya membuat kesepakatan dengan pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) serta para pengusaha pemilik angkutan umum supaya bersedia pindah loket ke dalam komplek terminal dimaksud.

“Selain itu, petugas dari Dishubkominfo Aceh Selatan juga akan mengarahkan langsung bus angkutan umum untuk masuk ke terminal,” tegasnya.

 

Langkah lain yang akan diambil pihaknya akan menjadikan kedua terminal dimaksud sebagai lokasi pengujian kendaraan bermotor sehingga bagi kendaraan yang membutuhkan legalitas uji KIR dari Dishubkominfo Aceh Selatan, mau tidak mau harus masuk ke terminal tersebut.

 

Hamzah juga menerangkan, langkah pihaknya secara tiba-tiba memutuskan segera mengoperasionalkan kedua terminal dimaksud sama sekali bukan disebabkan karena adanya teguran dari pihak Ombudsman RI perwakilan Aceh yang turun ke Aceh Selatan beberapa waktu lalu.

 

“Bukan karena (teguran) Ombudsman, ini murni memang sudah program kami sejak lama. Mereka (ombudsman) turun ke Aceh Selatan hanya memantau proyek-proyek sumber APBA/Otsus baik yang masih terbengkalai maupun terlantar belum dimanfaatkan, terhadap temuan proyek itu mereka hanya menanyakan apa penyebabnya sehingga terbengkalai atau terlantar kemudian menyarankan beberapa solusi agar segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Aceh Selatan,” imbuhnya.

 

[PM004]

Komentar