SAVE 20210408 182144
Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati memberikan sambutan pada acara Launching Pojok Kreatif IKM Aceh di Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (7/4/2021). [Dok. Ist]

PM, Banda Aceh – Gerai produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bentuk ‘Pojok Kreatif’ di seluruh Aceh haruslah memprioritaskan pemasaran produk UMKM lokal setempat. Hal itu akan sangat membantu UMKM untuk bangkit, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati dalam sambutannya pada acara peluncuran Pojok Kreatif UMKM Aceh, di Rose Cafe, Rabu (7/4/2021).

“Jadikan produk UMKM lokal sebagai prioritas dalam setiap kegiatan ekonomi kita, agar UMKM mampu bangkit di tengah keterpurukan ekonomi dunia yang diakibatkan pandemi Covid-19. Mari kita dukung kebangkitan UMKM lokal dengan meneguhkan komitmen bersama untuk selalu memprioritaskan produk lokal,” imbau Dyah Erti.

Ibu dari dua orang putra itu juga mengingatkan, bahwa UMKM adalah penyangga perekonomian Indonesia dan Aceh. Oleh karena itu, mendukung kebangkitan UMKM menjadi sebuah kewajiban bagi semua pihak.

“Mulai sekarang mari kita cintai produk UMKM dan menunjukkan bukti cinta tersebut dengan membeli dan menggunakan produk-produk yang dihasilkan UMKM lokal,” ajak Dyah Erti.

Sebagaimana diketahui pandemi Covid-19 yang sudah berjalan setahun lebih dan berjangkit pada ratusan negara di seluruh dunia. Tragedi global itu telah berimbas negatif pada seluruh sendi kehidupan, termasuk sektor ekonomi.

Secara global, sebanyak 92 persen negara di dunia mengalami resesi. pandemi ini telah menekan pertumbuhan perekonomian dunia bahkan hingga minus dua digit. Bahkan, beberapa negara menyentuh angka minus 10, 15 hingga 24 persen.

Indonesia termasuk Aceh juga mengalami imbas pandemi. Sejumlah langkah pembatasan yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid19, berimbas pada minimnya lowongan kerja, bahkan sejumlah pekerja harus mengalami kenyataan pahit, di PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja, yang harus gulung tikar karena terus merugi terkena imbas pandemi.

Untuk mencegah keterpurukan ekonomi, terutama bagi para pelaku UMKM Pemerintah Aceh melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan program Pojok Kreatif. Program ini mengajak para pengusaha untuk memberi ruang bagi pelaku UMKM mempromosikan produk-produknya.

Setelah sebelumnya meresmikan Pojok Kreatif di Aceh Utara dan Gayo Lues, hari ini Dyah Erti meluncurkan pojok kreatif di Rose Cafe dan 9 cafe lainnya di Kuta Cane. Dalam kegiatan tersebut, Dyah Erti turut didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Mohd Tanwier dan Ketua Dekranasda Aceh Tenggara Rosmala Dewi.

Peluncuran pojok kreatif ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan sertifikat kepada 10 pemilik cafe sebagai pengusaha Warkop yang telah memberikan dukungan tanpa batas bagi kebangkitan UMKM di Aceh, khususnya di Aceh Tenggara.

Sementara itu, kepada para pelaku UMKM dan seluruh masyarakat, Dyah Erti mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas yang dilakukan.

“Kebangkitan UMKM harus jalan terus, namun protokol kesehatan tetap harus secara disiplin kita jalankan, karena para pelaku UMKM akan berinteraksi dengan para pembeli dan pengguna jasa yang berasal dari daerah lain. Nah, sebagai upaya pencegahan, untuk itu tetap patuhi protokol kesehatan,” imbau Dyah Erti.

Berbagai produk UMKM khas Aceh Tenggara dipamerkan di pojok kreatif ini. Mulai dari kerawang gayo, souvenir, gula aren, jajanan dan khas Aceh Tenggara tersedia di sini. Selain itu, baju, tas, dompet dan songket khas Aceh Tenggara juga tersedia.

Komentar