Penjualan Notebook di Lhokseumawe Meningkat

PM, Lhokseumawe—Pengusaha notebook di sejumlah toko komputer di Lhokseumawe mengakui selama 2012 ini penjualan notebook meningkat. Hal ini seiring dengan tuntutan tekhnologi globalisasi.

Salah seorang pengusaha Notebook “Darsa.Com” di Jalan Darussalam, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Chairul Muarif menyebutkan banyak peminat dari warga Lhokseumawe yang ingin memeliki kebutuhan sekunder tersebut.

“Biasanya yang membeli notebook di toko saya itu, rata rata dari kalangan pelajar hingga mahasiswa. Hal ini karena tuntutan tekhonologi secara globalisasi,” kata Arif, kemarin.

Menurutnya, beberapa model notebook yang laku keras di pasaran, yaitu Accer, Asus dan Toshiba. Harganya pun bervariasi dari Rp2 jutaan hingga Rp8 jutaan per unitnya.

“Bukan hanya kalangan pelajar dan mahasiswa saja, notebook juga digemai oleh para profesional, seperti guru dan dosen,” katanya. [cff]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Harga Cabai Merah di Meulaboh Naik 40 Persen
Harga Cabai Merah di Meulaboh Naik 40 Persen PM, MEULABOH – Harga beli cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Meulaboh, Aceh Barat, sejak sepekan terakhir mengalami kenaikan hingga 40 persen, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogramnya. Seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Bina Usaha, Meulaboh, Iyan kepada wartawan, Jumat (22/9) menyebutkan, kenaikan harga tersebut akibat minimnya pasokan cabai merah lokal sejak beberapa hari terakhir. Biasanya, kata Iyan, pihaknya menerima pasokan cabai merah dari Nagan Raya hingga mencapai 100 kilogram perhari. Tetapi saat ini pengiriman cabai mereah ini tersendat. Saat ini, pedagang hanya menerima pasokan cabai hanya 40 kilogram dari Sumatera Utara. “Cabai yang kita terima sekarang ini hanya pasokan dari luar saja, itupun dengan jumlah yang sangat sedikit dan harga sangat mahal. Sehingga kami terpaksa menyusuaikan harga jual dengan harga yang kami peroleh dari distributor,” katanya. Dampak dari harga mahal membuat penjualan cabai di pasar Bina Usaha dan beberapa pasar lainnya di Aceh Barat mengalami penurunan. Warga hanya membeli cabai dalam jumlah kecil, sehingga membuat pendapatan pedagang berkurang.[] Harga cabai merah di Kota Meulaboh, mengalami kenaikan hingga 40 persen, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram.(Pikiran Merdeka/Azhar)

Harga Cabai Merah di Meulaboh Naik 40 Persen