IMG 20201230 WA0000 660x330 1
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Istri, Dyah Erti Idawati, Walikota Sabang, Nazaruddin, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain dan beserta unsur terkait meninjau kesiapan lahan untuk pembangunan rumah sakit di Sabang, Selasa (29/12/2020). (Foto/Humas)

PM, Sabang – Aset-aset pemerintah yang ada di Kota Sabang semestinya dipergunakan secara optimal untuk kepentingan pembangunan dan menunjang ekonomi masyarakat. Tentunya, pemanfaatan aset tersebut harus sesuai dengan regulasi yang ada.

“Jangan sampai aset-aset yang ada terbengkalai karena statusnya bukan milik Pemko Sabang,” ujar Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat bertemu dengan Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain, Wali Kota Sabang Nazaruddin, dan pejabat terkait lainnya, Selasa (29/12/2020) di ruang rapat BPKS.

Pertemuan itu juga membahas rangkaian tema-tema penting dan strategis bagi pengembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Sabang. Di antaranya penggunaan aset daerah, pariwisata, omnibus lawhospital tourism, dan rencana pembangunan RSUD Kota Sabang.

“Status kepemilikan aset itu penting sesuai regulasinya, namun jauh lebih penting lagi aset yang ada harus memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Bila ada aset Pemerintah Aceh yang idle, dapat dimanfaatkan BPKS dan Pemko Sabang,” tegasnya.

Ia juga meminta BPKS dan Walikota Sabang hendaknya segera mendalami regulasi pemakaian aset yang ada bersama Dinas Keuangan Pemerintah Aceh. Ini agar pemanfaatannya tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kunjungan Wisatawan

Selain pemanfaatan aset, Nova juga mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Sabang. Ia meminta BPKS dan Dinas Perhubungan Aceh  untuk menghitung kembali potensi penumpang pesawat udara dari dan ke Sabang.

Hasil perhitungan tersebut menjadi salah satu bahan paparan kepada regulator dan penyedia jasa penerbangan supaya membuka rute penerbangan armadanya dari dan ke Kota Sabang.

“Potensi penumpang itu akan kita tawarkan kepada penyedia jasa penerbangan, dan mereka  tertarik melayani penumpang dari dan ke Sabang,” kata Nova.

Pelayanan moda transportasi udara dari dan ke Kota Sabang terjadi kekosongan sejak Garuda Indonesia Airways, Susi Air, dan Wings Air,  yang sempat melayani penerbangan dari Kualanamu, Sumatera Utara, ke Pulau Weh itu dihentikan akhir tahun 2018.

Menurut Nova, perusahaan penerbangan akan menarik apabila penumpangnya mencapai 60 persen dari kapasitas pesawatnya. Nova pun menugaskan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi untuk menjajaki koneksi flight Batam-Medan-Rembele dan Sabang, untuk meningkatkan potensi penumpang pesawat.

Terkait dengan pengembangan kawasan dan investasi, Gubernur Aceh mengingatkan Kepala BPKS untuk mempelajari secara seksama UU Omnibus Law terkait kewenangan BPKS dalam pengembangan kawasan bebas Sabang, dan kekhususan Aceh yang diatur dalam UUPA.

Sementara itu, Erwanto, Deputi Komersial dan Investasi BPKS, mengatakan sedang menawarkan investasi hospital tourism kepada investor nasional dan internasional. Menurut Erwanto, hospital tourism memiliki daya tarik tersendiri terutama bagi wisatawan medis berkunjung ke Sabang.

Sebelum bertolak kembali ke Banda Aceh dengan KMP Aceh Hebat 2, Nova meninjau lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sabang di Kelurahan Ujong Kareung, bersama Walikota Sabang, Sekda Sabang, Wakil Ketua DPRK Sabang, Danlanal Sabang beserta rombongan lainnya. (*)