Pemkab Agara Gusur PKL

Seorang pedagang cendol korban penggusuran, Ita, terlihat bediri di dekat puing-puing lapak dagangannya sesaat setelah dirubuhkan oleh petugas.(Pikiran Merdeka/Sapti Andri)

KUTACANE – Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Inpres, Pasar Pagi Terpadu, dan PKL di trotoar jalan protokol Kutacane menjadi sasaran penertiban Pemkab Aceh Tenggara.

Pemkab Agara beralasan, penggusuran terhadap PKL yang dilakukan Senin (25/7) kemarin, dilakukan karena selama ini dianggap mengganggu ketertiban umum. Selain itu, penggusuran juga bertujuan untuk merelokasi para pedagang ke Kios Duafa.

“Kios duafa itu kan sudah siap dibangun, jadi kalau tidak kita fungsikan, kios itu akan terbengkalai. Listrik sudah terpasang, tapi ada yang dicuri alat-alatnya. Begitu juga air bersih, saat ini sedang diproses untuk pemasangan,” ujar Kabid Pendapatan Daerah Aceh Tenggara, Basri, SE, kepada pikiranmerdeka.co.

Sementara itu, pantauan pikiranmerdeka.co di lokasi, Senin (24/7), penggusuran itu berjalan mulus. Para PKL terlihat tak berdaya saat lapak dan tenda mereka dibongkar oleh Satpol PP yang dikawal oleh petugas gabungan dari Dishub, TNI dan Polri.

Meski direlokasi, sejumlah PKL ini tetap menolak untuk digusur. Sebab, mereka menilai selain tidak layak huni, kawasan Kios Duafa tersebut juga tidak cocok untuk lokasi berjualan.

“Terus terang saya tidak setuju adanya pengusuran. Sudah tujuh tahun saya berjualan di pasar ini. Di pasar ini lokasinya strategis untuk jualan cendol,” ujar Ita, salah satu PKL kepada.

Tidak hanya Ita, puluhan pedagang lainnya juga menolak direlokasi, dengan alasan nyaris sama. Kawasan Kios Duafa tersebut dinilai belum beroprasi, sehingga dikhawatirkan tidak ada pembeli.

“Bukan kami tidak mau pindah, kalau kami pindah nanti jualan kami tidak ada pembeli,” kata Udin.(PM015)

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Longsor, Ribuan Warga Pedalaman Kluet Timur Terkurung 
Tanahlongsor yang terjadi Selasa (17/11) malam di Gunung Sikorong, Kecamatan Kluet Timur menimbun badan jalan, sehingga arus lalu lintas lumpuh total serta empat desa di pedalaman kecamatan itu terisolir. Pikiran Merdeka | Hendri Meukek

Longsor, Ribuan Warga Pedalaman Kluet Timur Terkurung 

IMG 20231115 WA0041 660x330
Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si didampingi Kepala BKA, Abd Qahar, S.Kom, MM, saat meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Aceh tahun 2023, di Aula BPSDM Aceh, Banda Aceh, Rabu (15/11/2023). Biro. Adpim

Sistem Seleksi Ketat untuk Hasilkan PPPK Berkualitas

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pertanian, melaksanakan vaksinasi massal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kecamatan Blang Bintang, Selasa (4/2/2025). Foto: InfoPublik
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pertanian, melaksanakan vaksinasi massal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kecamatan Blang Bintang, Selasa (4/2/2025). Foto: InfoPublik

Cegah Penyebaran PMK, Aceh Besar Gelar Vaksinasi Massal Ternak