PM, Tapaktuan—Banyak yang menilah Pemkab Aceh Selatan lambat mencairkan dana gampông. Hal ini juga diutarakan sejumlah geuchik di lingkungan Aceh Selatan. Hingga akhir Agustus 2015, baru 100 gampông dari total 260 gampông yang menerima pencairan dana gampông.

Para kepala gampông juga mengeluhkan Alokasi Dana Gampong (ADG) yang biasanya dipergunakan untuk pembayaran honor perangkat gampông. Geuchik Suak Lokan, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Dedi Suryadi, di Tapaktuan, Sabtu (22/8) mengatakan, dana gampông yang bersumber dari APBN sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak Kantor Badan Pemberdayan Masyarakat (BPM) Aceh Selatan.

“Padahal, berkas usulan sudah diserahkan pada 5 Agustus lalu, sampai saat ini belum ada jawaban,” katanya.

Diakuinya, sejak berkas program itu diserahkan, sudah lima kali perangkat gampông bertanya ke Kantor BPM di Tapaktuan, tapi kadangkala jabawan yang diperoleh pihaknya kurang enak. Ia menyebutkan, sekretaris gampong (Sekgam) sudah dua kali datang ke Kantor BPM, hasilnya juga nihil.

“Sudah lima kali kami datang bolak-balik tidak ada penjelasan yang memuaskan,” sesalnya.

Ia mengaku bertanya ke Kantor BPM dengan tujuan ingin mencari tahu, apakah berkas yang mereka serahkan itu memiliki kesalahan atau sudah betul. “Namun, jawaban itulah yang tidak kami peroleh sehingga akhirnya harapan kami berbuah kekecewaan. Kedatangan kami yang bolak-balik dari Labuhanhaji ke Tapaktuan juga butuh biaya, ini jadi beban kami juga,” tambahnya.

Kepala Kantor BPM Aceh Selatan, Drs Zaini Bakri, yang dikonfirmasi melalui Sekretaris, Rusnan SH, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Pelatihan Masyarakat, Drs.Zulhelmi, mengatakan, sebenarnya sudah ada gaji keuchik yang dicairkan. Namun, ia juga mengakui masih banyak gampông yang belum menerima pencairan dana ADG disebabkan dana ADG umumnya include ke dalam dana gampông.

“Yang terjadi sebetulnya ada kepala gampông yang menganggap tak ada beban dalam pembuatan perencanaan. Artinya, mereka tidak serius, termasuk tidak serius ketika menjalani pelatihan yang diselenggarakan demi mulusnya proses pencairan dana. Sampai hari ini sudah 100 lebih gampong yang dananya sudah disalurkan dari 260 gampong yang ada, sementara sisanya masih dalam proses di BPM,” ujarnya.

Ia menyarankan, kepala gampông lebih baik menunggu di Kantor BPM dari pada pulang pergi. Pihak BPM sendiri menyatakan siap membantu mengerjakan atau menyelesaikan usulan perencanan itu sampai pukul 04.00 WIB setiap harinya kecuali hari Sabtu dan Minggu.

[PM004]

Komentar