Banda Aceh—Pemerintah Aceh dinilai kurang memberi perhatian terhadap pemberdayaan ribuan mualaf yang diyakini tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu.

“Selama ini warga mualaf kurang diperhatikan, dan perhatian paling dibutuhkan oleh mereka adalah pembinaan pengetahuan agama Islam berkelanjutan,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Aceh Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Rabu.

Hal tersebut disampaikan di sela-sela silatrurrahim dengan puluhan pria dan wanita muslim yang baru masuk agama Islam dan mereka tergabung dalam Persatuan Mualaf Aceh Sejahtera (PMAS).

Ke depan, Faisal Ali yang juga Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) mengharapkan, Pemerintah Aceh di bawah pimpinan Gubernur Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf agar tidak melupakan para mualaf tersebut.

“Yang kami pantau selama ini tidak ada program kelanjutan pembinaan dari pemerintah. Ke depan diharapkan agar menjadi perhatian sehingga mereka yang telah masuk Islam dengan kesadaran sendiri tetap berkomitmen sebagai muslim sejati,” kata dia menambahkan.

Menurut dia, program pembinaan bisa melalui lembaga pemerintah terkait misalnya Dinas Syariat Islam. Melalui lembaga itu maka para mualaf difasilitasi mendapatkan pembinaan dan pengetahuan ilmu agama Islam.

Faisal Ali menyebutkan, PWNU Aceh menyerahkan bantuan paket lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah kepada sebanyak 50 perwakilan mualaf yang tergabung dalam PMAS tersebut.

Sementara itu Ketua PMAS Fatimah Azzahra mengakui masih kurangnya perhatian pemerintah khususnya di Aceh terhadap mualaf, namun keyakinan mereka terhadap Islam tetap kokoh.

“Organisasi (PMAS) yang berusia sekitar empat bulan dibentuk ini bukan bertujuan untuk meminta bantuan finansial dari orang lain termasuk pemerintah, namun itu sebagai tempat memperkuat silaturrahim sesama mualaf khususnya di Banda Aceh,” kata dia menjelaskan.

Kendati demikian, Fatimah mengharapkan pembinaan dan pendidikan agama bagi mualaf sangat dibutuhkan untuk memperkokoh keimanan mereka kepada Islam.

“Artinya, jika pemerintah memfasilitasi kami untuk memperdalam ilmu agama dan mengaji, sehingga kami tetap kuat. Bila perlu, mengaji dan mempelajari ilmu agama satu kali sebulan,” kata dia menambahkan.[ant]

Komentar