Partai Pimpinan Erdogan Harap Kuasai Parlemen Turki

Partai Pimpinan Erdogan Harap Kuasai Parlemen Turki
Partai Pimpinan Erdogan Harap Kuasai Parlemen Turki

ISTANBUL – Pemilu susulan memilih anggota parlemen negara Turki berlangsung pada hari ini siang hari waktu setempat, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) berharap dapat menguasai kursi di Parlemen Turki. Partai pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan tersebut sebelumnya harus kehilangan dominasi di parlemen pada pemilu Juni 2015.

Kehilangan dominasi di parlemen memaksa Partai AKP membentuk koalisi. Sayangnya, koalisi yang dibentuk oleh Perdana Menteri (PM) Turki Ahmed Davotoglu menemui kegagalan.

Apabila kembali gagal menguasai kursi parlemen, AKP mau tidak mau harus membangun koalisi lagi. Pilihan mereka untuk koalisi kali ini adalah Partai Republik (CHP) yang beraliran sekuler dan merupakan oposisi utama AKP atau Partai Gerakan Nasional (MHP).

Sementara itu, isu paling utama dalam Pemilu Turki kali ini adalah isu keamanan negara. Serangkaian kekerasan yang melibatkan militan Kurdi dan bom yang diduga dilakukan ISIS merusak kestabilan dan keamanan Turki.

“Pemilu kali ini adalah untuk memajukan keamanan dan kestabilan negara dalam jangka panjang, apabila partai AKP kembali mendominasi parlemen,” janji Erdogan, seperti dilaporkan BBC, Minggu (1/11/2015).

 

[PM005]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

WhatsApp Image 2020 12 02 at 05 43 15
Kondisi pasca kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah berkonstruksi kayu di Dusun Imum Basyah, Desa Reuleut, Kota Juang, Bireuen pada Rabu (2/11/2020) dinihari pukul 01.50 WIB. Diduga peristiwa ini terjadi akibat korsleting listrik. (Dok. BPBA)

Kebakaran di Bireuen, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

WhatsApp Image 2021 03 12 at 18 07 50
Konferensi pers terkait perkara dugaan korupsi program peremajaan sawit rakyat di Provinsi Aceh tahun anggaran 2018, 2019, dan 2020 yang berlangsung di Kejati Aceh. [Dok. Ist]

Kejati Sidik Dugaan Korupsi Permajaan Sawit di Aceh