Logo Samsung. (Reuters)

Samsung putuskan menutup pabrik ponsel terakhirnya di China pada akhir bulan ini. Sebagai kado perpisahan, Samsung membagi-bagikan Galaxy S10+ dan ponsel Galaxy A80 secara gratis.

Samsung Galaxy S10+ diberikan kepada karyawan yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun di pabrik. Samsung Galaxy A80 diberikan pada karyawan yang bekerja di bawah 10 tahun, seperti dikutip dari Gizmochina, Selasa (8/10/2019).

Samsung memilih keluar dari China karena pangsa pasarnya terus menurun, kalah dengan ponsel lokal seperti Huawei dan Xiaomi. Selain itu perusahaan menanggung biaya yang lebih mahal karena upah buruh yang semakin mahal.

Sony sebelumnya juga mengatakan akan menutup pabrik telepon selular di Beijing, dan hanya memproduksinya di Thailand. Saat ini Apple masih terus memproduksi produknya di China.

Dilansir dari Reuters, pangsa pasar Samsung di China jeblok hanya 1%, dari 15% pada pertengahan 2013 lalu. Pangsa pasar Samsung tergerus oleh Huawei dan Xiaomi.

“Di China, masyarakat membeli smartphone berharga murah dari merek-merek domestik, sementara untuk smartphone high-end mereka banyak membeli dari Apple atau Huawei. Harapan Samsung kecil,” kata Analis dari Cape Investement & Securities, Park Sung-soon.

Sampai saat ini, Samsung masih belum mau menjelaskan berapa kapasitas dan jumlah pegawai dari pabriknya di Huizhou. Pabrik tersebut dibangun pada 1992. Media di Korea Selatan pernah mengatakan, pabrik itu mempekerjakan 6.000 pegawai dan memproduksi 63 juta unit di 2017.

Saat ini Samsung lebih banyak memproduksi smartphone di negara-negara berbiaya rendah, seperti India dan Vietnam.

Sumber: CNBC Indonesia

Komentar