PM, Aceh Besar – Pemerintah Aceh Besar sedang melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakatnya. Salah satunya dengan membuka peluang sebesar-besarnya investasi di Aceh Besar, yang nantinya akan membuka lapangan kerja baru.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali pada acara peresmian Unit Baru PT. Indojaya Agrinusa Hatchery Seulimuem, desa Jawie, Seulimueum, Selasa (8/10).

PT. Indojaya Agrinusa diketahui merupakan anak perusahaan PT. Japfa Comfeed Tbk (JAPFA), perusahaan bidang agrobisnis pertama yang membuka hatchery (pabrik penetasan telur) di Aceh Besar.

“Dengan berdirinya hatchery ini, maka peluang kerja juga bertambah,” kata Mawardi.

Ia mengapresiasi PT. Indojaya Agrinusa yang telah memberdayakan 96 persen masyarakat Aceh Besar sebagai karyawan di perusahaan tersebut. Pemberdayaan ini diyakininya dapat menggairahkan ekonomi masyarakat.

Di samping itu, ia berharap agar perusahaan memperbesar unit usahanya. “Nanti silahkan dibangun pabrik yang lain, seperti peternakan, telur ayam, dan lainnya agar ekonomi masyarakat bisa meningkat, dan pasti kita support,” harapnya.

Ia juga memastikan akan mendukung penuh investasi, terutama perihal perizinan. “Kepada para investor yang belum berani, ikutlah jejak PT. Japfa, investasi disini, perizinan akan dimudahkan, jika perlu, lahan juga akan kita siapkan khususnya di kawasan KIA Ladong, dan pastinya investasi disini itu bukan saja aman, tentu nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Anwar Tandiono Head Officer PT. Indojaya Agrinusa wilayah Sumatera Utara dan Barat melaporkan, bahwa 96 persen karyawan PT. Indojaya Agrinusa Hatchery Seulimuem merupakan putra dan putri Aceh Besar.

“Karyawan kita dominan berasal dari Aceh Besar, itu merupakan permintaan bupati dan kita tepati,” tandasnya.

Iya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak, khususnya pemerintah dan pihak keamanan yang telah membantu proses berdirinya pabrik ini. “Project disini merupakan salah satu project kami yang proses pengerjaannya mulai dari izin hingga pembangunan, selesai dalam kurun waktu 1 tahun, tanpa ada kendala, terimakasih kepada masyarakat Aceh Besar,” haturnya. [*]

Komentar