Foto: Modus Aceh

PM, Banda Aceh – Kantor redaksi media Modus Aceh yang terletak di gampong Beurawe kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh pada Sabtu (30/6) sekitar pukul 04.30 pagi, diledakkan dengan bom molotov. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tampak bagian depan kaca hancur dan berserakan di teras kantor.

Pimpinan Redaksi Modus, Muhammad Saleh kepada awak media mengatakan, sejak Jumat malam (29/6) karyawannya bekerja menyelesaikan deadline liputan koran mingguan tersebut, sebelum teror itu terjadi.

“Sampai jam 02.00 malam, saya lihat keadaannya masih aman-aman saja, kita baru selesai deadline, saya biasanya tidur di kantor, cuma karena isteri lagi dirawat di rumah sakit, jadi saya tidak bisa nginap di sini,” ujar Saleh.

Dari rumah sakit, pukul 09.00 pagi ia menerima pesan Wahatsapp dari salah seorang staf-nya, bahwa ada insiden bom di kantor Modus. Saleh lantas bergegas kembali. Setiba disana, tampak kaca bagian depan hancur kena bom.

Melalui pengamatan CCTV kantor, lanjut Saleh, pada pukul 04.30 WIB pagi terungkap seseorang yang datang ke kantor Modus memakai kopiah dan jaket.

“Laki-laki kurus itu datang sambil menenteng sesuatu dan meletakkannya di teras kantor, setelah itu dia langsung pergi, saat itu lah ledakan terjadi, karena bom itu diisi minyak, dibakar dulu,” kata Saleh.

Rekaman CCTV tersebut tengah diproses lebih lanjut oleh kepolisian. Pihak Modus meminta insiden ini diusut tuntas.

Dugaan Karena Pemberitaan

“Ini kekerasan terhadap pers, saya harap polisi bisa mengusut tuntas dan mengejar pelaku,” kata pimpinan Modus, Muhammad Saleh kepada awak media beberapa jam usai insiden tersebut.

Pihaknya menduga kuat, teror bom tersebut berkaitan dengan pemberitaan yang dimuat Modus selama ini.

“Saya duga kuat begitu, apalagi kemarin kita bahas soal interpelasi dan kasus BPKS secara konsisten. Ya bisa jadi ini. Tapi ini kan bukan maunya Modus, informasi yang kita tayangkan adalah kebutuhan masyarakat, apalagi isu yang disampaikan salah seorang anggota DPRA kemarin, itu bukan karangan,” ujar Saleh.

Ia bersikukuh Modus tidak akan surut meski menghadapi teror dari sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab. “Namanya juga pekerja pers, dan ini tak akan menyurutkan kita untuk berhenti. Kalau mau rumah tak kena air, jangan bangun di pinggir laut, ya kalau nggak mau diteror ya jangan jadi pekerja pers,” tandasnya. []

 

Komentar