“Jangan Abaikan Logika Saat Terima Informasi”

“Jangan Abaikan Logika Saat Terima Informasi”
“Jangan Abaikan Logika Saat Terima Informasi”

PM, Banda Aceh – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim, meminta seluruh masyarakat Aceh untuk menghindari penyebaran informasi hoaks, karena dikhawatirkan dapat memecah belah masyarakat.

Biasanya, kata Helvizar, informasi hoaks paling banyak tersebar jelang pemilu. Di mana satu pihak menyerang pihak lain dengan ujaran kebencian. Jika kondisi itu dibiarkan akan menimbulkan konflik dan pembangunan akan tersendat.

“Hoaks adalah Kejahatan yang merusak demokrasi. Sebuah senjata efektif untuk merusak demokrasi,” kata Helvizar dalam Seminar Nasional Hoaks dan Implikasinya Terhadap Demokrasi dan Pembangunan yang Berkeadilan, yang dibuat Kantor Staf Kepresidenan di Kampus Unsyiah, Selasa (2/4).

Helvizar menyebutkan sebaran ujaran kebencian akan membuat masyarakat melakukan kebrutalan. Harusnya, kata dia, masyarakat Aceh tidak boleh mengabaikan logika dan menghormati nilai kebudayaan dibanding memenuhi diri dengan aura kebencian. Hoaks ujar dia, sama halnya dengan racun yang tersaji dalam makanan yang lezat.

Helvizar meminta agar masyarakat Aceh untuk menyaring seluruh infomasi yang tersebar di ruang publik sebelum disebarkan secara luas. Dengan demikian informasi yang tersebar pun berupa kebenaran yang punya nilai positif bagi masyarakat.

Sementara itu Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, menyebutkan dampak penyebaran informasi bohong sangat dalam bagi masyarakat. “Akan membuat masyarakat bingung dan hidup dalam kecurigaan,” kata dia.

Harusnya, lanjut dia, sebagai masyarakat yang cerdas, informasi yang disebar pun merupakan sesuatu yang mencerdaskan. Ia meminta agar sebelum informasi menyebar, masyarakat mengeceknya terlebih dahulu.

“Salah satu simpul penting adalah meneliti setiap informasi dengan hati-hati,” kata Rektor Unsyiah. [*]

 

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Wagub: Santri Berperan Tanggulangi Ajaran Sesat
Wakil Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf bersama Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Abu Hasbalah pimpinan Dayah Darut Thalibin Mesda Keutapang meninjau pembangunan Masjid Assa"adah, Keutapang, Nisam, Aceh Utara, Senin 22 Februari 2016.

Wagub: Santri Berperan Tanggulangi Ajaran Sesat

Tanam Serentak di Abdya Bergeser, Dandim Kecewa
Wabup Erwanto (dua dari kiri) melakukan tanam perdana di lahan sawah Desa Meunasah Tengah, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya, Senin (28/12). | PIKIRAN MERDEKA/Syahrizal

Tanam Serentak di Abdya Bergeser, Dandim Kecewa

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin dan Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar, bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, membahas Investasi pariwisata Provinsi Aceh dengan UEA di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Jumat (13/11/2020). (Foto/Humas)
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin dan Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar, bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, membahas Investasi pariwisata Provinsi Aceh dengan UEA di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Jumat (13/11/2020). (Foto/Humas)

Ajukan Proposal Investasi Pulau Banyak, Ini Tawaran ke UEA