Johannesburg—Seorang pria Muslim di Afrika Selatan dipukul hingga tewas hanya gara-gara ia berjenggot. Insiden ini memicu kemarahan umat Muslim akan meningkatnya Islamfobia di negara di selatan benua hitam ini.

“Dua orang kulit putih menyebutnya sebagai (Osama) bin Laden di Afrika hanya karena ia berjenggot. Lalu mereka menyebut kami kafir,” ujar Anser Mahmood, sahabat korban.

Mahmood dan temannya, Mohammed Fayaaz Kazi (27) diserang dua orang pria kulit putih di sebuah outlet restoran daging ayam di Magaliesburg, sebuah kota kecil di Propinsi Gauteng yang menjadi basis pertahanan orang kulit putih di Afrika. Mahmood dan Kazi dipukul oleh dua pelaku. Kazi terkena pukulan di kepala dan meninggal saat dirawat di rumah sakit.

Mahmood sendiri mengaku tidak tahu alasan yang membuat mereka dipukul. Ia juga pingsan setelah dipukul. Tak seorang pun mau membantu mereka. “Mereka ingin saya juga meninggal. Tapi saya bertahan hidup,” tambah Mahmood.

Polisi kini mengusut kasus pembunuhan pria Muslim ini. “Setelah membeli makanan dari restora siap saji, pertengkaran terjadi antara Kazi dan dua pria Afrika tak dikenal. Diduga pelaku mengejek Kazi karena jenggotnya yang panjang,” ujar jubir kepolisian, Brigadir Thulani Ngubane.

Umat Muslim di Afrika mencapai 1,5 persen dari 49 juta jiwa. Insiden pembunuhan ini menjadi pertanda meningkatnya Islamfobia di Afsel. “Kami mendesak semua umat Muslim untuk menahan diri dan bersabar dan membiarkan hukum menjalankan tugasnya,” ujar peneliti Muslim Ibrahim Vawda.

Grup advokasi Muslim, Media Review Network, meminta Menteri Kepolisian Nathi Mthethwa untuk mempercepat pengusutan kasus itu. Para pemimpin agama dan pejabat mengutuk keras insiden itu. Kasrils, anggota Yahudi terkemuka di partai berkuasa Kongres Nasional Afrika ANC, juga mengutuk pembunuhan itu.

Kekuasaan minoritas kulit putih telah berakhir di Afsel pada 1994 dengan terpilihnya pemerintahan pimpinan ANC. Namun hubungan antara warga kulit putih yang minoritas dan kulit hitam yang mayoritas masih tegang. Meski ketegangan antara kelompok ras yang berbeda-beda jarang dilaporkan.[harianterbit]

Komentar