Jakarta—Pengurus IKAPI, Husni Syawie, menyebutkan buku biografi dewasa ini mulai marak, karena diminati oleh masyarakat. Bahkan buku biografi Chaerul Tanjung yang berjudul “Chaerul Tanjung si anak singkong” berhasil meraih IKAPI Award Book of The Year.

Beberapa buku biografi yang laris menurutnya antara lain buku tentang Dahlan Iskan dan buku yang membahas mantan presiden Soeharto. “Hal ini tidak dapat dilepaskan dari iklim kebebasan yang membuat penerbit berani mengangkat tokoh tertentu” katanya kepada wartawan.

Namun Husni mengingatkan kepada pembaca agar lebih selektif memilih buku biografi. Menurutnya ada buku biografi yang ditulis berdasarkan riset dan wawancara mendalam, namun ada juga buku yang ditulis hanya untuk popularitas sesaat. “Biasanya buku seperti itu hanya untuk mengangkat sebuah isu,” tuturnya.

Salah satu buku biografi yang mengikuti trend perkembangan politik misalnya buku tentang biografi Joko Widodo, Gubernur DKI. Domu D. Ambarita yang menulis buku tentang Jokowi mengatakan, meskipun dalam bukunya terdapat kata pengantar yang ditulis oleh Megawati dan Prabowo, tetapi dirinya tidak mempunyai kepentingan politis dalam menulis buku tersebut. Menurutnya, hadirnya Megawati hanyalah strategi marketing untuk mendongkrak penjualan. “Karena ia merupakan tokoh partai PDIP, diharapkan para kadernya membeli buku ini” ujarnya. Ia menuturkan, bahwa isi buku yang ditulisnya merupakan napak tilas jokowi dan ia berharap agar mampu menjadi inspirasi bagi pembacanya. “Semoga bisa memunculkan Jokowi-Jokowi dimasa mendatang” tambahnya.

Husni dan Domu memberikan pernyataannya dalam acara peluncuran dan diskusi buku mengenai Jokowi, bersama dengan Effendi Gazali dan para penulis buku Jokowi. Acara yang merupakan rangkaian dari Indonesian Book Fair 2012 ini awalnya ingin menghadirkan Jokowi, namun gagal karena Jokowi harus pergi ke Singapura. Perhelatan ini merupakan yang ke-32 kalinya digelar. Dengan tema “Power of Creativity”, event ini menghadirkan berbagai penerbit yang memamerkan buku keluaran terbaru ataupun buku laris dengan berbagai harga.

Event ini juga dilengkapi dengan berbagai seminar, workshop serta acara pendukung seperti bedah buku, lomba mading, talkshow dan jumpa penulis, dan lain sebagainya yang merupakaian rangkaian dari acara ini. Event ini diikuti oleh para penerbit dari dalam dan luar negeri, badan-badan perpusatakaan daerah se indonesia, penyalur dan toko buku, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, pusat kebudayaan, dan komunitas perbukuan.

Menurut Muhammad Saleh selaku Ketua Bidang Promosi, acara ini merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) yang bertujuan untuk mengajak penerbit untuk menjual produknya serta membangun minat membaca pada masyarakat. “Selain itu juga terdapat interaksi antara penulis dengan pembaca, sehingga pameran ini bukan hanya memamerkan buku sana” ujar Saleh.[gatra]

Komentar