PM, Lhokseumawe—Harga peralatan sekolah di pasar Lhokseumawe mengalami kenaikan berkisar 10 sampai 15 persen dibanding tahun lalu.

Agung, pedagang peralatan sekolah di pasar Lhokseumawe mengakui, meski harga peralatan sekolah seperti buku tulis, alat tulis, pengaris dan penghapus, semuanya mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. “Harganya naik mencapai 15 persen,” jelas pedagang yang mengakui sudah 8 tahun berdagang peralatan sekolah di pasar Lhokseumawe, Selasa (28/7/2015)

Akibat harga naik, lanjuut Agung, omset penjualan peralatan sekolah mengalami penurunan dibandingkan tuhun ajaran baru sebelumnya.

Seorang ibu rumah tangga, Nurleli, asal Panggoi, mengakui terpaksa memenuhi kebutuhan sekolah untuk tiga anaknya yang masing-masing berada di tingkat SD, SLTP dan SLTA, meskipun harga kebutuhan peralatan sekolah mengalami kenaikan.

Menurutnya, kenaikan ini sangat memberatkan perekonomian keluarganya. “Saya hanya ibu rumah tanga, sementara suami saya bekerja serabutan, jelas sangat memberatkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak,”jelasn wanita yang mengaku harus ngutang demi anak-anaknya bisa sekolah.

Ia mengharapkan, pemerintah setempat agar memperhatikan komdisi warga miskin agar anak-anak mereka bisa sekolah. Selain dirinya, kata Nurleli, beberapa tetangganya yang hidup miskin banyak mengeluh untuk kebutuhan perlengkapan sekolah menghadapi ajaran baru ini. “Saya saja harus merokoh kocek sampai ratusan ribu untuk keperluan ini. Belum lagi kelengkapan pakaian sekolah, ini jelas sangat menyulitkan bagi kami,” keluh ibu yang memiliki lima orang anak ini.(fs)

Komentar