Seorang pedagang emas memperlihatkan perhiasan dari sebuah etalase toko di Meulaboh, Aceh Barat. Sejak Senin (27/7/2020) harga jual perhiasan emas di Aceh mengalami lonjakan harga jual mendekati Rp3 juta per mayam (3 gram) dari harga sebelumnya sebesar Rp2,85 juta per mayam. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

PM, Meulaboh – Harga perhiasan emas murni di Aceh kini mengalami lonjakan harga jual mencapai hampir Rp3 juta per mayam (3,3 gram) atau di kisaran harga Rp2,98 juta per mayam menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

Sebelumnya, harga jual perhiasan emas murni dengan kadar 99 persen tersebut bertahan di harga Rp2,85 juta/mayam.

“Lonjakan harga perhiasan emas ini mengikuti kenaikan harga emas dunia di masa pandemi COVID-19. Karena emas dianggap sebagai aset paling aman saat ini,” kata Rusdi, seorang pedagang emas di Meulaboh, Aceh Barat, Senin.

Selain kenaikan emas kadar 99 persen, harga jual emas kadar 97 persen atau jenis perhiasan emas London juga mengalami kenaikan harga jual menjadi Rp 2,85 juta per mayam dari harga sebelumnya Rp2,75 juta per mayam.

Sedangkan harga jual emas 24 karat atau kadar 87 persen, kata Rusdi juga mengalami kenaikan harga jual menjadi Rp2,5 juta dari sebelumnya bertahan di harga Rp2,4 juta per mayam.

Rusdi mengakui, akibat naiknya harga jual perhiasan emas di Aceh menyebabkan permintaan masyarakat untuk membeli perhiasan mengalami penurunan drastis mencapai 90 persen.

“Biasanya ada pelanggan yang membeli emas setiap hari paling sedikit sepuluh orang, tapi sekarang nyaris tidak ada. Kebanyakan masyarakat yang menjual perhiasan untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha yang akan segera tiba,” kata Rusdi menambahkan.

Meski pun demikian, Rusdi belum bisa memastikan apakah harga jual perhiasan emas di Aceh akan mengalami kenaikan atau sebaliknya mengalami penurunan.

Sebab, kata dia, saat ini tren kenaikan harga emas dunia masih terus mengalami lonjakan ditengah ketidakpastian ekononi selama masa pandemi, ungkap Rusdi. [ANT]

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA