Gurita Proyek Saiful Husein di Kemenag Aceh
Gurita Proyek Saiful Husein di Kemenag Aceh

Sanksi penurunan pangkat Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Aceh Daud Pakeh oleh Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin merupakan klimaks dari berbagai persoalan di internal lembaga agama itu.

Daud Pakeh diputuskan bersalah dan dihukum dengan penurunan pangkat dari 4C menjadi 4B. Kabarnya, sanksi untuk Daud Pakeh tergolong hukuman berat. Selama tiga tahun ke depan dirinya tidak boleh mengajukan kenaikan pangkat.

Keputusan Mentri Agama itu merujuk hasil pemeriksaan KASN atas laporan mutasi 40 pejabat di Kanwil Kemenag Aceh oleh Daud Pakeh tanpa melalui mekanisme berlaku. Laporan itu disampaikan Ketua YARA Safaruddin yang diberi kuasa oleh para korban ‘mutasi asal-asalan’ untuk melaporkan Daud Pakeh ke KASN.

Baca: Mutasi Salah Kaprah Kemenag Aceh

Daud Pakeh mulai menuai apa yang ditanamnya selama ini. Saat proses pemeriksaannya di KASN terkait mutasi pegawainya beberapa waktu lalu, di waktu sama dirinya juga sedang menjalani proses penyelidikan oleh pihak Polresta Banda Aceh.   

Temuan BPK RI terkait pekerjaan perencanaan pembangunan Kantor Kanwil Kemenag Aceh pada 2015 senilai Rp1,119 miliar pada 2015 jadi acuan penyidik Polresta  Banda Aceh mengusutnya. Pekerjaan itu dikerjakan PT Supernova Jaya Mandiri. Rekanan lawas di Kemenag Aceh itu merupakan warisan senior Daud Pakeh, mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh Rahman TB.

PT Supernova Jaya Mandiri juga perusahaan konsultan yang merancang gedung Kemenag Aceh pada 2005. Hubungan Daud Pakeh dengan pemilik perusahaan itu, Ir Saiful Husein, sangat dekat. Kabarnya, dosen teknik di Unsyiah itu mampu mengintervensi pejabat di Kemenag Aceh. Bahkan, mutasi 40 pejabat yang berakhir penurunan pangkat Daud Pakeh, tidak terlepas dari ‘campur tangan’ Saiful Husein.

“Banyak orang-orang Saiful Husein yang dititip di Kemenag,” kata seorang staf yang minta namanya dirahasiakan, beberapa pekan lalu.

Menurut sumber ini, setiap kebijakan di Kemenag Aceh tidak terlepas dari pengaruh Saiful Husein. Kabarnya, rekanan yang memiliki beberapa perusahaan dengan mengatasnamakan keluarga dan kerabatnya itu memiliki hubungan dekat dengan Ketua DPP PPP Romahurmuziy alias Romy. Sudah jadi rahasia umum, kursi Kementrian Agama merupakan jatah PPP. Duduknya Daud Pakeh menggantikan Kakanwil Kemenag Aceh lama, Ibnu Sakdan pada 2014 tidak terlepas dari perjuangan Saiful Husein melaobi Jakarta.

Baca: Aroma Korupsi Pembangunan Gedung Kemenag Aceh

Saiful Husein sudah menjadi rekanan ‘spesial’ di Kemenag Aceh sejak Rahman TB memimpin lembaga itu. Bahkan, saat Kemenag Aceh dipimpin Ibnu Sakdan pada 2012, Saiful Husein tetap bisa bermain. Misalnya proyek pembangunan gedung Kemenag Aceh sejak 2007 sampai 2011, rekanan yang mengerjakannya tetap Saiful Husein dengan menggunakan perusahaan PT Kuala Peusangan.

Pembangunan kantor secara bertahap itu hanya awalnya dilakukan melalui proses tender. Sementara pada tahun-tahun berikutnya dilakukan penunjukan langsung  kepada PT Kuala Peusangan dengan konsultan pengawas PT Donya Lestari Consultant yang juga diduga milik Saiful Husein.

Sanking dekatnya Saiful Husein dengan Rahman TB saat itu, kelanjutan proyek gedung Kemenag Aceh dikerjakan pada 2011 dengan harapan dibayar pada 2012.  Namun, Ibnu Sakdan sebagai Kakanwil Kemenag Aceh menggantikan Rahman TB di akhir 2011, menolak membayar dengan alasan proyek tersebut mendahului tahun anggaran dan menyalahi ketentuan. Sehingga, sampai batas waktu pencairan anggaran 2012, anggaran tersebut masih tersisa di kas negara. Sejak saat itu, proyek Saiful Husein di Kemenag Aceh mulai meredup.

Pada awal 2015, kepemimpinan Ibnu Sakdan digantikan Daud Pakeh. Hal ini menjadi kabar gembira buat Saiful Husein. Bahkan saat Daud Pakeh dilantik oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggantikan di Auditorium Rasyidi Tamren Kemenag RI, Jakarta, Rabu 4 Maret 2015, Saiful Husein ikut mendampinginya.Gurita Proyek Saiful Husein di Kemenag Aceh [Oleh Nurhadi]

Seakan ingin mengulangi masa kejayaan proyek di masa Rahman TB, sejumlah perusahaan milik Saiful Husein kembali menggurita menggarap berbagai proyek di Kemenag Aceh di bawah kepemimpinan Daud Pakeh.

Hal itu terlihat dari sejumlah paket proyek yang dimenangkan beberapa perusahaan yang mengatasnamakan keluarga dan kerabat Saiful Husein di Kemenag Aceh pada 2015 dan 2016. Belum lagi belasan paket proyek benilai puluhan miliar diduga dikerjakannya dengan menggunakan perusahaan lain.

Saiful Husein sepertinya hilang ingat jika dirinya sedang diincar penyidik karena masih terhutang persoalan lama, yaitu proyek pembangunan Madrasah Terpadu senilai Rp31 miliar di Sabang. Proyek tersebut dikerjakan PT Pemvad Kharisma dengan Direktur Utama Dedi Gunawan yang tidak lain adalah keponakanya. Sementara konsultan pengawas PT Donya Lestari Consultant dengan direktur utama Ir Zahidi Irwanda yang juga adik istri pertama Saiful Husein.

Hal ini makin menguatkan pernyataan Koordinator GeRAK Aceh Ashalani yang mensinyalir adanya benang merah antara kasus pembangunan Madrasah Terpadu di Sabang dengan berbagai dugaan penyimpangan proyek di Kemenag Aceh selama ini.[]

Komentar