Dugaan Korupsi Dana BOKB di Bireuen, Kejari Tingkatkan ke Tahap Penyidikan

Gedung Kejaksaan Negeri Bireuen. Foto: Humas Kejari Bireuen.
Gedung Kejaksaan Negeri Bireuen. Foto: Humas Kejari Bireuen.

PM, Bireun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen resmi meningkatkan status kasus dugaan penyalahgunaan Biaya Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan, dan Keluarga Berencana (DPMGPKB) dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Kepala Kejari Bireuen, Munawal Hadi, mengatakan bahwa tim jaksa penyidik telah memeriksa sejumlah pihak terkait serta mengumpulkan bukti-bukti yang mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana BOKB.

“Berdasarkan keterangan yang diperoleh, terdapat 13 UPTD KB yang belum menerima pembayaran atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Total anggaran yang diduga diselewengkan mencapai Rp1.156.266.371,” ujar Munawal, Selasa (18/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa dugaan penyimpangan ini terjadi akibat kelalaian pengguna anggaran dalam menjalankan tugasnya.

“Tim penyidik akan berkoordinasi dengan auditor untuk menghitung potensi kerugian negara sebelum menetapkan tersangka,” tambahnya.

Saat ini, Kejari Bireuen masih terus mengumpulkan bukti tambahan dan menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dalam kasus ini.

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

D765BEC3 64A1 4AA4 972D 6AC373A2D84A
Dua komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (kedua kanan), dan Aminudin (kanan) berbicara dengan polisi di sela pemeriksaan tiga mobil yang dikendarai polisi dan enam laskar FPI dalam kasus penembakan anggota FPI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/12/2020). Setelah pemeriksaan terhadap tiga mobil yang digunakan saat kasus penembakan anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 tersebut, Komnas HAM akan menindaklanjuti hasil balistik, siapa saja yang menembak, dan cek darah dari anggota FPI. ANTARA FOTO/Aditya

Komnas HAM Nilai Kematian Laskar FPI Sebagai Tindakan Pelanggaran HAM