Banda Aceh – Dua bocah korban pencabulan yang dilakukan oleh polisi di Aceh saat ini sedang mengalami masa-masa kritis. Pasalnya keduanya sebut saja nama Bunga (6) dan Mawar (9) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tidak mau bersekolah. Keduanya bersekolah di SD yang sama.

Informasi yang berhasil merdeka.com himpun, bocah tersebut saat ini lebih sering mengurung diri dan selalu menolak saat diajak untuk bersekolah. Terutama Bunga yang masih duduk kelas 1 SD dan dia juga seorang anak yatim, selalu menolak untuk sekolah. Alasan kedua bocah tersebut karena takut bertemu dengan polisi yang dicabulinya itu.

“Saya baru tahu setelah ada perubahan sikap pada Bunga, dia tidak mau sekolah kecuali saya antar dan jemput, karena takut sama pelaku itu,” ungkap ibu kandung bunga, Minggu (20/04/2014).

Lanjutnya, setelah ibunya membujuk agar memberitaukan apa yang menimpa atas dirinya. Baru Bunga mau menceritakan semua apa yang menimpa terhadap dirinya dan ibu kandung Bunga sontak saja kaget mengetahui apa yang menimpa anaknya.

Hal senada juga disampaikan oleh kakak kandung Mawar, di mana adiknya juga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut. “Adik saya juga tidak mau sekolah, bahkan beberapa kali minta pindah sekolah,” ungkap kakak kandung Mawar.

Awalnya, kata kakak kandung Mawar, ia tidak mau bercerita. Karena menaruh curiga tidak mau sekolah dan ada perubahan sikapnya. Sehingga ia membujuk pelan-pelan apa yang menimpanya. Akhirnya Mawar mau menceritakan apa yang dia alami.

Mengatahui hal itu, kedua keluarga korban ini langsung melaporkan kasus ini pada pihak kepolsian Polresta Banda Aceh pada tanggal 14 April 2014. Mereka berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya.

[PM 003]

Komentar