PM, Bireuen—Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar berkunjung ke Bireuen, Minggu (12/1/2014) sore. Begitu menginjakkan kaki di halaman Meuligoe Bireuen, Azwar disandangkan ija pray, kain kebesaran daerah setempat.

Ija pray tersebut sebagai pengganti kalungan bunga bagi tamu kehormatan yang bertandang ke Kota Juang. “Kain ini semacam ulos yang menjadi kain kebesaran warga Batak di Sumatera Utara,” sebut Drs Faizin MPd, Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) Bireuen.

Selain ija prai, Bireuen juga memiliki dua jenis kain adat lainnya, yakni  Ija lipat lapan dan ija meurak. “Ija lipat lapan geupeuseu’on (disandangkan) kepada pasangan pengantin ketika dipeusijuk. Sementara ija meurak gepeuseu’on terhadap para pejabat penting atau tamu terhormat wanita yang datang ke Bireuen,” jelas Faizin.

Azwar dan istrinya, Mutia Safrida, beserta rombongan tiba di Bireuen sekira pukul 17.00 WIB langsung dipeusijuk (tepungtawari) oleh ulama kharismatik Tumin Blangbladeh. Selanjutnya Menpan-RB dan istri beristirahat di kamar yang pernah ditempati Presiden RI pertama Ir Soekarno.

Malam ini, Menpan-RB dan rombongan makan malam bersama dan temu ramah dengan masyarakat Bireuen. Dijadwalkan, pada Senin (13/1), Menpan-RB akan menandatangani prasasti pencanagan Bireuen sebagai daerah pelayanan publik terbaik 2018. Di hari yang sama, mantan Plt Gubernur Aceh ini juga memberikan kuliah umum di Universitas Almuslim Peusangan.(PM-01)

Komentar