Ilustrasi/RADAR

PM, Banda Aceh – Cuaca ekstrem akibat Sirukulasi Eddy yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi paling utara Sumatera, diperkirakan terus terjadi hingga akhir pekan ini.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Aceh, Zakaria Ahmad, Kamis lalu (15/10/2020) meminta masyarakat waspada terhadap kondisi cuaca tersebut.

Ia mengatakan, fenomena alam akibat Sirkulasi Eddy ini berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang terjadi pada siang, sore hingga malam hari.

“Kondisi ini akibat banyaknya pembentukan awan-awan konvektif yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan-awan hujan di sekitar wilayah Aceh,” terangnya, melansir Antara.

Saat ini, Sirkulasi Eddy terjadi di lapisan atmosfer dengan posisi di sebelah barat Pulau Sumatera. Zakaria mengatakan ada tiga daerah berpotensi hujan, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Barat Daya.

“Untuk hari Sabtu (17/10), ada tiga kabupaten di Aceh berpotensi hujan, yakni Aceh Barat, Bener Meriah, dan Aceh Tenggara,” terang Zakaria.

Ia mengungkapkan, Sirkulasi Eddy tersebut juga dapat meningkatkan gelombang laut di wilayah Aceh setinggi 2-3 meter lebih, terutama di perairan barat hingga selatan Aceh, dan perairan Samudera Hindia bagian barat Aceh.

“Selain itu, wilayah yang berpotensi gelombang tinggi, yakni perairan Simeulue, perairan Aceh Jaya, dan perairan utara maupun barat Sabang,” pungkasnya.


Sumber: ANTARA

Komentar