Palembang — Keberhasilan sistem pengamanan pemilukada serentak di Provinsi Aceh akan coba diterapkan Irjen Pol Drs Iskandar Hasan SH MH, di tempatnya yang baru sebagai kapolda Sumsel. Pasalnya, dalam waktu tak lama lagi, bakal berurutan pemilukada tingkat kabupaten/kota, bahkan Sumsel pada 2013.

“Pemilukada yang diselenggarakan di Aceh saat saya menjabat kapolda Aceh itu dilakukan secara serentak, yaitu 17 kabupaten/kota, dan satu pilgub. Secara umum penyelenggaraannya lancar dan terkendali. Berangkat dari pengalaman itu, saya akan terapkan juga sistem itu di Sumsel,” ucap Iskandar, usai acara farewell dan penyerahan Pataka dari Kapolda Sumsel sebelumnya, Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansyur, kemarin.

Pria kelahiran Muara Kati, Kabupaten Musi Rawas, 1 Mei 1955 itu juga menegaskan dalam pengamanan posisi Polri dan TNI akan berdiri di tengah-tengah dan bersifat netral dalam pesta demokrasi tersebut. “Saat kami (para kapolda dan pangdam, red) rapat dengan Bapak Presiden (Jumat, 30/11, red), aparat baik Polri dan TNI diarahkan harus netral dan tidak akan mendukung salah satu calon pun. Kami Polri dan TNI bertugas hanya mengamankan,” tegasnya lagi.

Sehingga, lanjutnya, siapapun pemimpin di Sumsel ini hanya masyarakat Sumsel yang tahu. Namun tanpa bantuan masyarakat Sumsel, itu tidak bisa terlaksana dan tidak akan berhasil karena diperlukan kerja sama semua pihak. “Karena itu saya minta dukungan semua pihak dari masyarakat sumsel, baik itu tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh alim ulama, dan perangkat unsur muspida Sumsel dan jajaran Polda Sumsel, agar apa yang kita inginkan tercapai,” harapnya.

Hanya saja, Akpol 1977 itu belum bisa menjelaskan program kerjanya ke depan. Menurutnya, dia akan menjalankan dulu program yang telah dirintis pendahulunya. “Program jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang belum bisa saya tentukan, kita lihat dulu data awalnya. Dalam waktu singkat ini, saya baru mau menyusun apa program jangka pendek, menengah, dan juga jangka panjang dari hasil paparan Pak Dikdik malam kemarin (Jumat malam, red),” terangnya.

Penanganan maraknya kasus illegal tapping, narkoba dan peredaran senjata api (senpi) di Sumsel? “Saya lihat dulu, data-data sudah disampaikan Pak Dikdik saat pemaparan kemarin. Akan saya pelajari dulu dan akan dikembangkan, saya belum bisa mengatakan itu untuk saat ini karena masih saya pelajari,” jelas Iskandar, yang juga pernah menjabat kapolda Bangka Belitung pada 2008-2009.

Mantan kadiv humas Polri itu juga meminta kerja sama media agar bisa membantunya dalam mengemban jabatannya sebagai kapolda Sumsel. “Saya harap dukungan dari seluruh rekan media karena di satu sisi peran media itu adalah edukasi bagi masyarakat. Kalau ada permasalahan tidak jelas di lapangan, bisa dibicarakan kepada humas dan kita pecahkan permasalahannya bersama-sama,” imbaunya.

Sementara itu, Irjen Pol (Purn) Dr Dikdik M Arief Mansyur, yang mengundurkan diri sebagai kapolda Sumsel dan mengajukan pensiun dini terkait pencalonannya sebagai gubernur Jawa Barat melalui jalur independen, mengaku sedih meninggalkan Sumsel. Rekan satu angkatan Iskandar Hasan itu, sempat menitiskan air mata saat memberikan kata sambutannya.

“Bapak Kapolda Iskandar Hasan sudah tiga kali menjabat sebagai kapolda, saya yakin beliau sangat piawai dalam mengembankan tugasnya. Apa harapan masyarakat Sumsel itu bisa terwujud di tangan beliau. Bagi anggota jajaran Polda Sumsel, apa yang sudah dicapai menjadi bekal ke depanya, apa yang belum tercapai terus ditingkatkan dan dikembangkan,” pesan Dikdik.[sumeks]

Komentar