IMG 20230204 WA00091
Menhub Budi Karya Sumadi saat berkujung ke Aceh. [Dok. Kemenhub]

PM, Banda Aceh – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berjanji bakal membenahi sektor transportasi di Aceh, salah satunya di sektor perhubungan laut yang menurutnya berperan penting untuk koneksitas antar pulau, seperti Kepulauan Sabang.

Untuk itu, ia bakal mengonsolidasikan sejumlah pelabuhan yang ada di Aceh dan mengusulkan pengelolaannya untuk diserahkan kepada BUMD.

“Dengan dikelola BUMD kita harapkan pengelolaannya dapat memberikan nilai tambah ekonomi,” ucapnya dsebagaimana dikutip InfoPublik, Sabtu (4/2/2023).

Budi juga mendukung keinginan Gubernur Aceh untuk membangun dry port, yang diharapkan akan membuat harga barang/logistik di Aceh semakin kompetitif.

Selanjutnya di sektor penerbangan, ia menjelaskan akan mengupayakan untuk menambah frekuensi dan rute penerbangan perintis.

“Saya mengajak para kepala daerah untuk bersama-sama memberikan subsidi berupa block seat kepada maskapai agar tidak merugi. Kita bisa lakukan subsidi selama tiga bulan di awal,” tuturnya.

Selain itu, Menhub juga akan berupaya meningkatkan frekuensi penerbangan (direct flight) haji dan umroh dari Aceh.

“Kita upayakan frekuensinya terus bertambah dari yang tadinya satu kali seminggu, nantinya bisa dua atau tiga kali dalam seminggu,” ucapnya.

Budi berharap keterlibatan pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran pembangunan sektor transportasi di daerah, mulai dari tahap perencanaan dan pembangunan seperti dukungan pembebasan lahan, penyediaan jalan akses, serta tata ruang dan perizinan.

Peran itu diharapkan terealisasi hingga ke tahap operasional seperti mendukung keseimbangan muatan balik kapal tol laut melalui komoditas unggulan yang ada di daerah, serta dukungan pemberian subsidi block seat untuk keberlanjutan penerbangan, dan subsidi angkutan massal perkotaan melalui skema Buy The Service (BTS).

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemenhub terhadap konektivitas di Aceh, di antaranya yaitu pembukaan kembali penerbangan internasional di Bandara Sultan Iskandar Muda yang sempat ditutup pada saat pandemi Covid-19, serta dibukanya beberapa rute penerbangan perintis.

“Kami masih mengharapkan adanya penerbangan perintis tambahan, seperti dari Banda Aceh ke Kabupaten Aceh Singkil serta lokasi lain yang jarak tempuh daratnya lebih dari 10 jam,” tuturnya.

Sebagai informasi, pada 2023 total alokasi anggaran pembangunan dan pengembangan sektor transportasi di Provinsi Aceh sebesar Rp458,8 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan 16,34 persen jika dibandingkan dengan 2022 sebesar Rp394,36 miliar.

Adapun anggaran tersebut dialokasikan untuk beberapa program diantaranya yakni rehabilitasi pelabuhan penyeberangan, terminal tipe A, pembangunan jalur KA, runway Bandara, fasilitas keselamatan jalan, rambu suar, subsidi perintis (darat, laut, udara, kereta api), dan penyelenggaraan pendidikan vokasional di sektor transportasi. [*]