IMG 20230214 WA0028
Pj Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq. [Dok. Humas]

PM, Banda Aceh – Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq menegaskan Pemko Banda Aceh siap menjadi tuan rumah Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 yang bakal berlangsung Agustus 2023.

Saat bertemu Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, Senin lalu (13/2/2023) di balai kota, Bakri mengatakan event PKA bakal menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata di Kota Banda Aceh.

“Tentu kami menyambut baik rencana digelarnya PKA ke-8 ini. Banda Aceh, baik Pemko dan masyarakat kota siap menjadi tuan rumah yang baik dan mendukung secara maksimal suksesnya event budaya ini,” kata Bakri.

Sebagai kota jasa dan kota wisata, ujarnya lagi, Banda Aceh akan mendukung secara maksimal penyelenggaraan event lima tahunan itu.

Iklan Duka Cita Thanthawi Ishak dari BPKA Dan SAMSAT

“Ini tentu jadi kesempatan besar bagi kami untuk meningkatkan kunjungan wisata yang kemudian berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ucap Bakri Siddiq.

Pihaknya akan terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov Aceh untuk berkolaborasi demi kesuksesan gelaran PKA.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Almuniza Kamal menyampaikan PKA ke-8 direncanakan akan digelar 19 sampai dengan 27 Agustus mendatang.

PKA kali ini mengusung tema ‘Jalur Rempah Aceh, Rempahkan Bumi Pulihkan Dunia’. Tema tersebut diusung karena rempah bagi masyarakat Aceh bukan sekedar komoditi, tapi membawa nilai value (nilai) dan gaya hidup peradaban globlal.

“Jalur rempah adalah jalur pelayaran sebagai media pertukaran budaya dan pengetahuan, tonggak perkembangan ekonomi, sosial dan politik dalam skala globlal dan lokal,” kata Almuniza.

PKA ke-8 nanti, lanjut Almuniza Kamal akan digelar di empat lokasi. Selain di Taman Ratu Safiatuddin event budaya ini juga digelar di Lapangan Tugu Darussalam, Blang Padang dan Stadion Harapan Bangsa.

“Kebijakan ini kita lakukan untuk mencegah penumpukan pengunjung. Berkaca dari PKA ke-7 lalu jumlah pengunjung mencapai 3,7 juta, setiap hari ada sekitar 750 ribu orang,” ungkap Almuniza.

“Dukungan dalam bentuk amenitas pariwisata juga penting. Bagaimana kita bisa seragamkan harga pasar seperti rate harga parkir, ongkos transportasi lokal seperti becak, rate rumah makan hingga rate penginapan,” kata Almuniza. [*]

Komentar