Kautsar Partai Aceh. (Foto Ist)
Kautsar Partai Aceh. (Foto Ist)

PM, BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Kautsar, secara tegas menolak wacana Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI yang ingin mengambil alih pengelolaan tanah waqaf Aceh di Arab Saudi.

Anggota DPRA komisi VII yang membidangi masalah agama dan budaya ini, merasa DPRA perlu mengirim dua surat keberatan terkait wacana tersebut.

Baca: Terkait Aset Wakaf Baitul Asyi, Ini Sikap Pemerintah Aceh

“Satu untuk BPKH dan satu untuk wazir di Makkah,” kata politisi Partai Aceh ini kepada PIKIIRANMERDEKA.CO, Sabtu malam.

Tak hanya DPRA, gubernur Aceh atas nama Pemerintah Aceh menurut Kautsar juga perlu melakukan hal sama.

“Forbes Aceh perlu juga bersikap sama dan mendorong pimpinan DPR RI berpandangan yang sama dengan DPRA dan pemerintah Aceh,” kata dia.

Dalam waktu dekat, sambung Kautsar, komisi VII DPRA akan menggelar rapat terkait issue tersebut.

“Saya sudah lapor pimpinan komisi VII dan menunggu arahan rapat terkait hal itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menerima anggota Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, dan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Alwi Shihab, di Istana Wakil Presiden. Pertemuan tersebut melaporkan rencana investasi BPKH di Arab Saudi.

Baca Juga: BPKH akan Kelola Tanah Wakaf Aceh di Mekkah, Nasir Djamil: Gubernur Wajib Menolak

Anggito mengatakan, dalam waktu dekat BPKH akan melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk bertemu dengan Islamic Development Bank (IDB) dan beberapa investor.

Pertemuan ini dalam rangka membahas peluang kerja sama investasi dan penempatan dana. Salah satu rencana investasi tersebut yakni membangun hotel diatas tanah wakaf milik Pemerintah Aceh yang ada di Mekah.

“Kami akan melakukan kerja sama dengan IDB dan juga akan bertemu dengan beberapa pihak investor di Arab Saudi, untuk melakukan administrasi yang paling dekat adalah dengan tanah wakafnya Aceh di Mekah kemudian ada beberapa kesempatan-kesempatan investasi Arab Saudi yang lain,” ujar Anggito, Jumat (9/3), seperti dilansir republika.co.id.()

Komentar