ASDP Hentikan Pelayaran Kapal Ferry Rute Labuhanhaji-Sinabang

Pelabuhan Labuhanhaji
Muat Kendaraan di Pelabuhan Labuhanhaji. FOTO: Hendrik Meukek

PM, TAPAKTUAN— PT ASDP menghentikan operasional pengangkutan orang dan barang rute Labuhanhaji – Sinabang. Penghentian itu dipicu terperosoknya satu unit mobil truk pengangkut barang saat melintasi landasan movibel bridge dermaga penyeberangan Pelabuhan Labuhanhaji, Aceh Selatan, Jumat (11/3).

“Benar, untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja saat proses bongkar dan muat kenderaan dan barang yang menjadi tanggung jawab ASDP, maka terhitung sejak Minggu (13/3) kami telah berhenti beroperasi melalui Pelabuhan Labuhanhaji. Untuk tetap memberikan pelayanan terhadap penumpang yang ingin menyeberang ke Sinabang, PT ASDP mengalihkan rute pelayaran ke Sinabang melalui Dermaga Pelabuhan Aceh Singkil,” kata Kepala Unit Kerja  PT ASDP Labuhanhaji, Nurman, kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (14/3).

Menurutnya, penyebab terperosoknya satu unit mobil truk pengangkut barang di pelabuhan penyeberangan Labuhanhaji, karena landasan movibel bridge dermaga Labuhanhaji yang melayani kapal komersil rute Labuhanhaji-Sinabang sudah berkarat dan keropos serta rusak akibat dihantam ombak. Kondisi itu dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara yang menggunakan jasa pelayaran di pelabuhan itu.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian kemarin. Setelah penanganan, proses muat diteruskan, namun terbatas. Karena jalur masuk kapal hanya setengah yang dapat digunakan,” ungkap Nurman.

Dia menyatakan, jauh hari sebelum persoalan itu terjadi, pihaknya telah melaporkan kondisi pelabuhan tersebut kepada Dinas Perhubungan Aceh Selatan, supaya segera meremajakan landasan itu. Sangat disayangkan, hingga terjadi musibah terperosoknya mobil truk pengangkut barang di pelabuhan itu, langkah perbaikan belum kunjung direalisasikan.

“Selain itu, jalan menuju dermaga juga sudah mengalami kerusakan sangat parah, terdapat lobang besar di sepanjang badan jalan, sehingga badan jalan tersebut terancam terputus. Untuk  memastikan operasional tetap berjalan, selama ini harus dibuatkan jembatan darurat dari pohon kelapa,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dalam proses pemuatan barang dan kendaraan pada Sabtu (12/3), kapal ferry rute Labuhanhaji – Sinabang tidak memuat kendaraan roda empat, tapi hanya penumpang sekaligus dijadwalkan sebagai muatan terakhir di dermaga Labuhanhaji sebelum pindah jalur.

Terkait kondisi pelabuhan, Nurman tidak memungkiri, sejak dibangunnya break water untuk pengamanan pelabuhan pendaratan ikan (PPI) Labuhanhaji yang tidak jauh dari lokasi kawasan olah gerak kapal (kolam labuh) kapal kerry, proses sandar atau tambat kapal yang akan berlabuh maupun bongkar muat sangat terganggu akibat arus balik air.

Akibatnya, kata Nurman, lambung bagian kiri kapal sering mengalami benturan dengan dermaga, sehingga mengakibatkan kapal ferry harus naik docking karena kerusakan di bagian lambung. “Kondisi itu mengharuskan pihak ASDP mendapat tambahan pekerjaan baru untuk membenahi lambung kiri kapal yang mengalami kerusakan,” tegasnya.[PM002]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Terseret Banjir dan Tanah Longsor, Warga Labuhanhaji Hilang
Warga mengecek jembatan gantung di Desa Trieng Meduro Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, putus total akibat di hantam banjir pada Jumat (11/12) malam. Sarana penghubung ini merupakan akses transportasi satu-satunya dari Desa Trieng Meduro Tunong ke Desa Panton Luas dan Desa Sawang Dua. | Pikiran Merdeka/Hendrik

Terseret Banjir dan Tanah Longsor, Warga Labuhanhaji Hilang

Dikaitkan dengan Kasus Pembakaran Alat Berat, Mantan Kombatan GAM Aceh Selatan Protes
BAIMAN FADHLI SH, juru bicara tim pengacara KPA Kecamatan Samadua, Aceh Selatan dari Biro Bantuan Hukum Banda Aceh dengan didampingi petinggi dan anggota KPA Kecamatan Samadua dan Tapaktuan, sedang memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan dalam konfrensi pers di Cafe Radja Kupi, Tapaktuan Senin (28/12).

Dikaitkan dengan Kasus Pembakaran Alat Berat, Mantan Kombatan GAM Aceh Selatan Protes