PM, Bireuen – Banjir luapan merendam sejumlah daerah di Kabupaten Bireuen. Hal ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi menguyur Wilayah Bireuen dari pukul 14.00 WIB, Kamis (13/12/18).

Banjir ini menyebabkan sejumlah desa di lima kecamatan terendam dan 477 KK dan 1.919 Jiwa terpaksa harus mengungsi.

Baca : Banjir Luapan di Bireuen, Lima Kecamatan Terendam

Kepala Dinas Sosial Bireuen, Drs Murdani menjelaskan menyebutkan, jumlah pengungsi hingga pukul 22.00 WIB sebanyak 1.919 jiwa.

Di Kecamatan Peudada, Desa,Tanjong Selamat, jumlah pengungsi, 35 KK dan 146 Jiwa, Meunasah Bungo,185 KK dan 745 Jiwa,Gampong Baro, 100 KK dan 400 Jiwa, Blang Geulumpang, 7 KK dan 28 Jiwa.

Pengungsi di Kecamatan Jeumpa, di DesaTeupok Baroh , 150 KK dan 600 Jiwa, dan Teupok Tunong, jumlah pengungsi, 15 KK dan 65 Jiwa.

Kecamatan Kota Juang, pengungsi di Desa,Bireuen Meunasah. Tgk Digadong 170 KK dan 590 Jiwa.

Pengungsi di Kecamatan Juli, di Desa Batee Raya, 42 KK dan 189 Jiwa.

Bantuan masa panik, sebutnya, telah disalurkan ke titik pengungsi di Desa Blang Geulumpang, bantuan masa panik untuk dapur umum di Desa Tanjong Selamat, dan Desa Gampong Baro, Kecamatan Peudada.

Bantuan juga telah disalurkanke titik pengungsi di Desa Teupok Tunong dan Teupok Baroh, Kecamatam Jeumpa.

“Bantuan yang diantarkan malam ini untuk masa panik dan dikoordinir oleh keuchik/perangkat gampong disasarankan untuk kebutuhan malam ini dan besok jika harus buka dapur umum. Peran perangkat dan tokoh serta pemuda di gampong sangat kami harapkan untuk membantu tim kami jika ada masyarakat evakuasi dan mengungsi,” pungkasnya.

Komentar