PM, Bireuen – Banjir luapan merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen. Hujan dengan intensitas tinggi menguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.00 WIB, Kamis (13/12/18). 

Berdasarkan laporan tertulis yang diterima Pikiran Merdeka, Kadis Sosial Kabupaten Bireuen Murdani menjelaskan, banjir terjadi akibat luapan sungai Krueng Bugeng. Lima kecamatan yang tergenang banjir, yakni Kecamatan Peudada, Juli, Jeunieb, Kota Juang, dan Jeumpa.

Banjir melanda 5 Kecamatan di Kabupaten Bireuen, dengan ketinggian air mencapai 80 cm hingga 1 meter, meliputi, Kecamatan Peudada, meliputi Desa Tanjong Selamat, Desa Jaba, Cot Kruet, Tgk. Dibathon, Dayah Mon Ara, Alue Sijuk, Blang Rangkuluh, Pulo Ara, Sawang, Hagu, Blang Beururu, Alue Gandai. 

Selanjutnya gampong Meunasah Alue, Blang Geulumpang, Alue Keutapang,Gampong Mulia, Pulo Lawang, Paya Timu,Gampong Paya, Blang Matang, Seuneubok Paya, Gampong Baro, dan Meunasah Bungo dan Blang Bati.

Kecamatan Juli meliputi, Desa Seuneubok Peuraden, Batee Raya, Juli Meunasah Lampoh, Meunasah Seupeung, Blang Keutumba dan Beunyot.

Kecamatan Jeunieb, Desa Blang Mee Barat, Lheue Barat, Lheue Simpang, Blang Neubok, Keutapang, Meunasah Kupula, Janggot Seungko, Meunasah Dayah dan Meunasah Tambo

Kecamatan Kota Juang meliputi Desa Geudong-Geudong, Pulo Ara, Meunasah Capa, Meunasah Tgk. Digadong dan Bireuen Meunasah Dayah.

Dilansir dari Kabar Bireuen, kondisi terakhir, air mulai surut.  Dia mengharapkan, semua pihak selalu waspada dan siaga mengingat wilayah Bireuen masih diguyur hujan.

Pihaknya juga mengingatkan warga untuk melakukan pengungsian ke tempat yang aman apabila air terus bertambah. 

Banjir luapan di Kabupaten Bireuen ini menyebabkan sedikitnya 1.919 jiwa atau 477 kartu keluarga (KK) di lima kecamatan mengungsi karena rumahnya masih terendam. Dinas Sosial Bireuen mulai menyalurkan bantuan kepada pengungsi.