Pesta Tuak di Montasik, Oknum Polisi Tewas Dibacok

Pesta Tuak di Montasik, Oknum Polisi Tewas Dibacok
Ilustrasi (google images)

PM – Banda Aceh – Seorang anggota Polres Aceh Besar berpangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Toni tewas dibacok oleh warga di Gampong Titi Aneuk Galong, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Kamis (13/03/2014) sekitar pukul 22.10 WIB. Insiden itu dipicu cekcok mulut saat pesta tuak nira.

Menurut informasi diterima pikiranmerdeka.com, Toni yang mengalami luka bacok di sekujur tubuh sempat disemayamkan ke Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Sebelum meninggal, KBO Intel di Mapolres Aceh Besar itu sempat menembak tiga warga, yaitu Herman alias Jack, 33, dan Syahrial, 35, warga Montasik serta Baihaqi warga Lam Teungoh,  Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Herman tertembak di bahu dan dirawat di Rumah Sakit Aisiah Aneuk Galong, Aceh Besar, sementara Syahrial terkena di dada dan Baihaqi terkena di paha. Keduanya hingga tadi malam masih dirawat di RSUZA.

“Mereka ini sedang berpesta tuak air nira, karena mabuk sesama mereka cek cok mulut sehingga anggota polisi itu menembak tiga warga. Warga kemudian membalas dengan membacok anggota polisi itu hingga tewas setempat,” cerita seorang warga yang tidak mau ditulis namanya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut. [PM.001]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

1000627856
Penjabat Gubernur Aceh, Bustami, SE, M.Si., didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Dr.Ir. Zulkifli, M.Si., serta pejabat terkait, meninjau progres pengerjaan Venue Soft Ball di Lapangan Sepak Bola Teuku Umar yang akan digunakan untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut di Aceh Barat, Jumat (28/6/2024). [Foto: Istimewa]

Pj Gubernur Minta Rehabilitasi Venue PON di Aceh Barat Selesai Tepat Waktu

JKMA Minta Maaf ke Wartawan
Abdullah Dagang saat membagikan Surat Pernyataan Sikap Honorer. [Pikiran Merdeka | Saptian Antonio]

JKMA Minta Maaf ke Wartawan