Banda Aceh—Produksi sampah kering dan basah di Kota Banda Aceh meningkat sekitar 100 persen selama puasa Ramadhan 1433 Hijriah dari rata-rata 150 metrik ton/hari.

Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh T Iwan Kesuma menjelaskan meningkatnya produksi sampah itu sebagai dampak tingginya aktivitas pedagang pada puasa Ramadhan.

“Penambahan produksi sampah itu terutama di ruas-ruas jalan dan pusat keramaian masyarakat dan pedagang tradisional yang menjual penganan berbuka puasa,” katanya di Banda Aceh, Sabtu (18/8).

Namun, ia menjelaskan, semua sampah basah dan kering terutama di pinggir jalan itu terangkut ke tempat pembuangan akhir di kawasan Kampung Jawa kendati produksinya meningkat selama ini.

Iwan Kesuma menjelaskan, upaya menciptakan suasana Banda Aceh sebagai kota bersih dan beriman juga dikarenakan didukung tingginya tingkat kesadaran masyarakat dalam membuang sampah di tempat yang telah disediakan pemerintah.

“Kita berharap kesadaran dari warga itu terus meningkat dimasa-masa mendatang, mengingat bagi umat muslim bahwa kebersihan tersebut merupakan sebagian dari pada iman,” katanya.

Dipihak lain, ia menjelaskan, para awak kebersihan tidak beroperasi memunggut sampah seperti hari-hari biasa selama dua hari khusus pada 1-2 Syawal atau Idul Fitri 1433 Hijriah.

“Artinya, selama dua hari yakni hari pertama dan kedua Idul Fitri semua awak Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh libur. Jadi, kami akan beroperasi kembali pada H+3 Idul Fitri,” kata dia.

Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh memiliki sebanyak 600 personil yang terkait dengan kebersihan dan didukung dengan 35 unit dump truk, enam unit amroll truk dan 13 unit pick up.

“Mereka itu sebagai tenaga kebersihan dan keindahan kota Banda Aceh. Namun, kami tidak mampu bekerja optimal jika tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat untuk menciptakan kelestarian lingkungan,” kata T Iwan Kesuma. [ant]

Komentar