Kabut Asap Selimuti Bener Meriah, BPBD Imbau Warga Gunakan Masker

Murid TK menggunakan masker dari BPBD
Murid TK mengenakan masker yang dibagikan BPBD Bener Meriah sebagai upaya melindungi kesehatan pernapasan di tengah kondisi kabut asap. (Foto PikiranMerdeka/Pozan Matang)

PM, Bener Meriah – Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah sejak Rabu (14/10/2026). Asap yang terbawa angin tersebut terdeteksi memasuki wilayah Aceh dan menyebabkan jarak pandang berkurang.

Berdasarkan pemantauan citra satelit Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Rabu pukul 09.00 WIB, sebaran asap terpantau telah memasuki wilayah Aceh.

Citra satelit JMA
Citra satelit JMA yang di capture pada Rabu pukul 09.00 WIB. (jma.go.jp)

Pantauan Pikiran Merdeka di Desa Rembele, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 17.09 WIB menunjukkan kondisi kabut asap dengan tingkat kepekatan ringan. Namun, pada pagi hari, asap terlihat lebih tebal hingga membuat sinar matahari tampak redup dan pandangan ke arah pegunungan menjadi kabur.

Sejumlah warga mengaku kondisi tersebut berbeda dari kabut yang biasanya menyelimuti kawasan dataran tinggi Gayo.

“Tidak seperti biasanya. Pagi ini saya lewat, gunung tidak terlihat. Saya kira kabut seperti yang biasa terjadi di Gayo, ternyata asap. Kalau kabut hanya sebentar, asap ini sudah dua hari tidak menghilang,” kata Usman, warga Rembele.

Berita Terkait:

BPBD Sosialisasikan Penggunaan Masker kepada Pelajar

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko paparan asap. Imbauan tersebut disampaikan pada Kamis (15/10/2026), menyusul terdeteksinya sebaran asap yang diduga berasal dari Sumatera Selatan di sejumlah wilayah Aceh.

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Bener Meriah agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG,” kata Ilham, Kamis (15/10/2026).

Selain menyampaikan imbauan, BPBD Bener Meriah juga menggelar sosialisasi penggunaan masker kepada pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Wih Pesam dan Bukit.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya menjaga kesehatan pernapasan, terutama ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap maupun debu.

Dalam kegiatan itu, BPBD menyerahkan masker kepada pelajar secara simbolis sebagai bagian dari edukasi mengenai perlindungan diri. Penyerahan dilakukan secara simbolis karena persediaan masker masih terbatas dan belum mencukupi kebutuhan seluruh siswa di sekolah yang dikunjungi.

BPBD Bener Meriah mengimbau pelajar dan masyarakat untuk menggunakan masker saat diperlukan, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, serta segera memberi tahu orang tua atau pihak sekolah jika mengalami gangguan pernapasan.

Melalui sosialisasi tersebut, BPBD berharap kesadaran masyarakat, khususnya pelajar, terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mengantisipasi dampak kabut asap semakin meningkat.[]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait