20231116 162337
Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh, Zulkarnaini alias Syeh Joel. Foto. Dok pribadi.

PM, Banda Aceh  – Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh, Zulkarnaini, mengecam pernyataan kontroversial Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA terkait pembahasan Rancangan APBA 2024 yang menyeret nama Prabowo-Gibran.

Syeh Joel, sapaan akrab Zulkarnaini, menilai pernyataan MTA sebagai upaya mengadu domba antara Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Apa hubungannya kisruh DPRA dengan Prabowo-Gibran seperti yang disebut MTA? Nah di sini jelas, MTA sudah mengadu domba antara Pj Gubernur Aceh dengan Presiden, serta Mendagri Tito Karnavian,” ujar Syeh Joel, yang juga menjabat sebagai Jubir Prabowo-Gibran Provinsi Aceh.

BACA: PSI Aceh Kecam Jubir MTA yang Seret Nama Prabowo-Gibran dalam Kisruh Pembahasan APBA 2024

Iklan Duka Cita Thanthawi Ishak dari BPKA Dan SAMSAT

BACA: Kisruh APBA 2024, Partai Aceh: Achmad Marzuki Mainkan Playing Victim atau Jurus Mabuk Kacaukan Aceh?

Politisi muda ini menegaskan agar kisruh DPRA dengan Pj Gubernur Aceh yang tak kunjung mereda, tidak diseret-seret ke pasangan calon presiden, karena tidak ada keterkaitan yang jelas.

“Saran saya, Jubir pemerintah Aceh harus belajar lebih dewasa lagi, jangan asik menyeret isu yang nggak penting ke dalam Pemerintah Aceh dan bikin gaduh, sehingga muncul aura yang negatif dan membuat bingung publik Aceh, di samping bikin malu kalangan pejabat pemerintah pusat,” tandasnya.

BACA: Reaksi Tegas Partai Aceh Terhadap Kontroversi Pernyataan MTA Terkait Pembahasan APBA 2024

BACA:Kisruh DPRA-Pj Gubernur: Gerindra Aceh Marah karena MTA Seret Nama Prabowo-Gibran

Sebelumnya, MTA membuat pernyataan kontroversial dengan menduga adanya konspirasi dari oknum Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk menjebak Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, agar hadir ke DPRA.

Pernyataan ini juga menyeret nama calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. MTA dalam pernyataannya menyebut bahwa surat DPRA ke Forbes digunakan sebagai alat lobi kepada Prabowo-Gibran untuk mempengaruhi Presiden Jokowi dalam penunjukan calon Pj Gubernur Aceh baru dengan memanfaatkan isu anggaran.

“Surat itu dijadikan alat lobi kepada Pak Prabowo-Gibran untuk yakinkan Presiden dengan asumsi akan disahuti karena Gibran cawapresnya Prabowo. Ini memang sudah sangat politis,” ujar MTA, Selasa (14/11).

BACA: Achmad Marzuki Mangkir Sidang Tiga Kali, APBA 2024 Terancam Molor

BACA: DPRA Surati Forbes DPR-DPD RI, Minta Evaluasi Pj Gubernur

Pernyataan MTA mendapat kecaman keras dari Ketua DPD Gerindra Aceh, Fadhlullah SE, dan Partai Aceh yang disuarakan oleh Jubir PA Nurzahri, yang notabene merupakan partai pengusung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

Komentar