Rusak Parah, Layanan Puskesmas di Bireuen Tetap Berjalan

UPTD Puskesmas Peusangan Siblah Krueng terkini, jika melihat puing puing yang tersisa, genangan
Kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan di UPTD Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, akibat diterjang banjir lumpur, tiga pekan lalu. [Dok. Ist]

PM, Banda Aceh – Dalam kondisi rusak parah akibat dihantam banjir lumpur sebulan lalu, aktivitas di Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, tetap berjalan demi melayani kesehatan warga.

Kepala Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, dr. Darmawanti mengaku saat ini fasilitas kesehatan tersebut butuh pemulihan sarana dan prasarana. Sebagian besar fasilitas penunjang layanan sudah tidak dapat digunakan lagi karena terendam lumpur.

“Yang paling kita butuhkan adalah sarana dan prasarana. Banyak fasilitas kami yang sudah tidak ada lagi,” kata Darmawanti, dalam keterangannya, Jumat lalu (9/1/2026), dikutip dari Infopublik.

Kerusakan parah menimpa ruang rawat inap. Seluruh tempat tidur pasien dan kasur untuk layanan rawatan rusak total akibat terendam lumpur, sehingga pelayanan perawatan tidak bisa dilaksanakan secara maksimal.

Kondisi ini sementara memaksa Puskesmas membatasi jenis layanan yang dapat diberikan kepada pasien.

Tak hanya itu, sejumlah alat medis penting juga dilaporkan rusak berat. Peralatan diagnostik seperti USG dan EKG tidak lagi berfungsi, sementara kulkas vaksin untuk layanan imunisasi ikut terdampak. Akibatnya, pelayanan imunisasi dan pemeriksaan penunjang medis praktis terhenti.

“Semua alat itu terendam lumpur. Banyak yang rusak, termasuk seluruh komputer pelayanan,” ujar Darmawanti.

Pelayanan darurat masih dijalankan dengan memaksimalkan fungsi Unit Gawat Darurat (UGD) serta sejumlah klaster pelayanan prioritas, meskipun belum sepenuhnya optimal.

“Saat ini pelayanan UGD dan pelayanan untuk beberapa kluster sudah mulai aktif kita lakukan”, ungkapnya.

Untuk menjaga keberlanjutan layanan imunisasi, vaksin sementara dititipkan pada fasilitas kesehatan terdekat yang tidak terdampak bencana. Hal ini demi bayi dan balita yang butuh imunisasi tetap dapat dilayani.

Ketiadaan ambulans juga menjadi persoalan mendesak. Dalam kondisi darurat pascabencana, mobilisasi pasien rujukan menjadi sangat terbatas, sehingga meningkatkan risiko keterlambatan penanganan medis, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia.

Darmawanti berharap pemulihan pascabencana dapat segera dilakukan agar layanan kesehatan kembali normal.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan berharap kondisi pascabencana ini bisa segera pulih,” katanya.

Kerusakan menyeluruh di Puskesmas Peusangan Siblah Krueng mencerminkan rapuhnya infrastruktur layanan kesehatan di wilayah rawan bencana.

Tanpa pemulihan cepat dan dukungan sarana yang memadai, ujarnya, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar berpotensi semakin terhambat, terutama pada fase pascabencana ketika kebutuhan layanan medis justru meningkat. []

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IMG 20230405 WA0022 660x330 1
Sekda Aceh, Bustami, SE, M.Si, saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun 2022 pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, di Gedung DPRA, Banda Aceh, Rabu (5/4/2023). [Dok. Humas]

Ini Paparan LKPJ Gubernur Aceh Tahun 2022