Di Aceh Tenggara, Banyak Kenderaan Dinas Mati Pajak

Di Aceh Tenggara, Banyak Kenderaan Dinas Mati Pajak
Di Aceh Tenggara, Banyak Kenderaan Dinas Mati Pajak

PM, Kutacane – Kenderaan dinas milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara banyak yang telah mati pajak. Padahal, pemerintah daerah setempat telah menganggarkan dana untuk pembayaran pajak kenderaan dinas melalui APBD.

Hal ini terbukti selama Operasi Razia Rencong 2017 yang di gelar di wilayah hukum tersebut oleh Sat Lantas Polres Aceh Tenggara, beberapa waktu lalu. Dimana, sejumlah kenderaan dinas baik roda dua dan roda empat terjaring dalam razia.

Kaplores Aceh Tenggara AKBP Gugun Hardi Gunawan melalui Kasat Lantas Iptu Andrew Agrifina Putra kepada pikiranmerdeka.co Kamis (23/11) mengatakan, selama operasi Zebra Rencong 2017 pihaknya menjaring sejumlah kenderaan dinas yang digunakan oleh pejabat di Aceh Tenggara.

Sebagian besar, kata Kasat, kenderaan tersebut mati pajak dan plat nomor polisi. “Kendaraan mobil dinas yang dipegang oleh pejabat Setdakab juga terjaring disebabkan STNK sudah mati,” sebutnya.

Menurut Kasat Lantas, selain kenderaan dinas, puihaknya juga menilang kenderaan milik aparatur sipil Negara (ASN). “Berdasarkan dari pekerjaan pemilik kendaraan dari hasil razia sebanyak 103 perkara merupakan Aparatur Sipil Negara,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, selama operasi tersebut pihaknya menilang 565 kendaraan roda dua, roda tiga, dan roda empat. Selain itu, juga menindak 300 STNK dan 147 SIM.

“Sebaian besar pelanggar adalah karyawan dengan jumlah 363 orang, 77 mahasiswa atau pelajar, dan 60 lainya para petani serta pedagang,” pungkasnya.()

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BBM di Gayo Lues Berangsur Normal
Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti E Nurmanysah saat mengawasi SPBU setempat.

BBM di Gayo Lues Berangsur Normal

Sukses Pecahkan Rekor Dunia, Tari Saman Gayo akan Tampil Keliling Eropa
Ribuan penari laki-laki tampil pada pagelaran tari tradisional Saman massal di stadion Seribu Bukit, Blang Kejeren, Gayo Lues, Aceh, Minggu (13/8/2017). Pagelaran Tari Saman yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda itu diikuti 12.262 peserta dari berbagai komponen masyarakat termasuk PNS, aparat TNI/Polri. Menurut catatan Museum Rekor Indonesia (MURI), peserta yang ikut berjumlah 12.262 orang, memecahkan 'rekor tarian kolosal dengan penari terbanyak di dunia'. Di tahun 2014, rekor serupa hanya diikuti oleh 5.057 penari.

Sukses Pecahkan Rekor Dunia, Tari Saman Gayo akan Tampil Keliling Eropa

IMG 20210118 WA0011
Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah didampingi Kabid Linjamsos Sya`baniar, dan Kasi PSKBA Yanyan Rahmat menyerahkan bantuan logistik untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang diterima langsung olehBupati Bener Meriah Tgk Syarkawi di halaman Kantor Bupati Bener Meriah, Senin (18/1/2021). (Foto/Humas)

Korban Banjir dan Longsor di Bener Meriah Terima Bantuan