IMG 20210316 WA0034
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri. [Dok. Ist]

PM, Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, mendadak jadi sorotan. Dia mengancam kepala sekolah untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk siswa dan pelajar di seluruh penjuru Aceh. Ultimatum tersebut disampaikan Alhudri saat mendampingi Sekda Aceh Taqwallah, di SMKN 2 Blang Kejeren Gayo Lues, Minggu, 19 September 2021.

“Ini saya tegaskan kepada kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB, jika tidak mampu maka saya persilakan mundur saja,” kata Alhudri.

Banyak pihak menilai perintah yang disampaikan Alhudri bernada ancaman. Para pihak pun mengatakan seharusnya sebagai kepala dinas, tidak sepatutnya Alhudri bersikap demikian. Tanggung jawab vaksin juga tidak bisa serta merta dibebankan kepada kepala sekolah.

“Bahasanya kurang elok, terkesan arogan. ‘Kan bisa disampaikan dengan bahasa yang lembut dan minta kepala sekolah untuk ajak guru, siswa dan orang tua memahami kebutuhan vaksin untuk kebaikan kita semua,” kata Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin di Banda Aceh, Senin, 20 September 2021.

Dia mengatakan pemerintah harus menggunakan cara persuasif dalam mengajak para pihak untuk sadar vaksin. Bukan malah menebarkan ancaman hanya untuk mencapai target semata.

“Mungkin Alhudri terlalu semangat jadi lupa mengedepankan nilai humanisnya seorang pemimpin,” kata Safaruddin.

Di sisi lain, Safaruddin juga menyorot tentang kinerja Pemerintah Aceh yang disebutnya latah dengan tampilan data perkembangan wabah Covid-19. Pemerintah Aceh menurutnya hanya sibuk mengupdate jumlah masyarakat yang terpapar, sembuh, dan meninggal karena Covid-19. “Tapi terkesan lupa memberikan solusi yang mengedukasi,” lanjut Safaruddin.

Hal senada disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin. Dia mengatakan seharusnya Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri lebih mengedepankan komunikasi dan sosialisasi, bukan arogansi.

“Pemerintah Aceh, khususnya yang menangani urusan pendidikan, saya sarankan agar melakukan upaya komunikasi yang persuasif, santun dan tepat, dengan bahasa yang dipahami oleh kalangan guru dan anak didik terkait kebijakan vaksinasi,” ujar Taqwaddin, Senin, 20 September 2021.[]

Komentar